4+ Jenis Tes Narkoba, Lengkap dengan Prosedurnya
Tes narkoba sering kali menjadi salah satu tahap penting untuk berbagai keperluan. Seperti sebagai persyaratan bagi pencari kerja dan bukti hukum untuk dokumen peradilan.
Tes ini lebih identik dengan pengambilan sampel urin. Namun, cara untuk mendeteksi penggunaan narkoba tidak terbatas pada tes urin saja. Pengujian bisa dilakukan dengan beberapa metode berbeda.
Mari kenali apa saja jenis tes narkoba yang umum dan proses tes narkobanya.
Apa itu Tes Narkoba?
Tes narkoba adalah metode untuk mendeteksi ada tidaknya kandungan narkoba dalam sampel biologis.
Sampel biologis yang digunakan untuk tes ini biasanya berupa cairan tubuh, seperti urin dan darah. Namun, bisa juga berasal dari bagian lain tubuh, misalnya rambut.
Tes ini bisa berlangsung menggunakan beberapa metode berbeda. Penggunaan tes umumnya untuk mendeteksi narkoba seperti ganja, kokain, heroin, alkohol, opium, steroid, dan methamphetamine.
Tes ini juga dapat dilakukan di berbagai tempat, mulai dari puskesmas, klinik, rumah sakit, hingga kantor polisi.
Jenis Tes Narkoba Umum
Terdapat beberapa jenis tes narkoba berdasarkan sampel biologis yang menjadi objek analisis. Berikut beberapa jenis tes yang paling umum:
1. Tes Urin
Tes urin atau urinalysis merupakan jenis yang paling umum digunakan. Hal ini karena tes urin menggunakan metode yang mudah, non invasif, dan terjangkau. Selain itu, tes menggunakan sampel urin juga dapat memberikan hasil dengan akurasi tinggi.
Seperti namanya, tes ini memerlukan pengambilan sampel urin (air kencing). Apabila perlu mengikuti tes, maka Anda harus mengumpulkan sampel urin sebanyak 45 ml dalam wadah khusus.
Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisa. Tes urin mampu mendeteksi dengan cepat adanya metabolit. Metabolit merujuk pada sisa atau residu substansi narkoba yang tertinggal dalam sistem tubuh setelah efeknya menghilang.
Tes urin bermanfaat untuk mendeteksi penggunaan substansi ilegal dalam beberapa hari terakhir. Namun, metode ini tidak efektif untuk mendeteksi narkoba yang penggunaan terakhir sudah berlangsung cukup lama.
Tes urin umumnya digunakan untuk mendeteksi benzodiazepine, ganja, amphetamine, opioid, dan kokain.
2. Tes Darah
Cara tes narkoba yang umum selanjutnya adalah menggunakan sampel darah. Selain untuk mendeteksi narkoba, tes ini juga dapat mendeteksi alkohol.
Biasanya, tes darah digunakan saat individu diduga secara aktif melakukan penyalahgunaan narkoba atau substansi berbahaya lainnya.
Tes darah dapat memberikan hasil dengan tingkat akurasi tinggi. Tes ini juga memungkinkan deteksi lebih banyak jenis substansi. Namun, kisaran waktu deteksi menggunakan metode ini sangat pendek. Bahaya Bayi Turut Terkena Efek Narkotika
Hal tersebut karena substansi akan masuk proses metabolisme dengan cepat dan segera menghilang dari tubuh. Sehingga substansi hanya bisa terdeteksi dalam waktu beberapa menit hingga jam setelah penggunaan.
Meskipun menawarkan akurasi yang lebih tinggi, tes darah jarang digunakan selain untuk keperluan medis. Alasannya karena kisaran waktu yang terbatas dan metode yang bersifat invasif.
3. Tes Saliva
Tes saliva melibatkan pengambilan sampel air liur. Jenis tes ini memiliki sebutan lain sebagai tes narkoba air liur (oral fluid testing atau mouth swab).
Metode ini dapat memberikan hasil akurat untuk mendeteksi penggunaan substansi spesifik. Namun, kisaran waktunya terbatas kurang dari 48 jam.
Prosedur tes saliva penggunaannya makin umum. Hal ini karena metodenya terbilang cepat dan mudah. Pengumpulan sampel saliva juga tidak perlu melibatkan cara invasif.
Namun, tes ini lebih mahal daripada tes urin maupun tes darah. Selain itu, tes saliva tidak mampu mendeteksi metabolit tertentu seperti THC (Tetrahydrocannabinol).
4. Tes Rambut
Tes rambut memiliki nama lain sebagai hair follicle drug test. Dalam tes narkoba ini sampel berupa sejumlah rambut, biasanya dari kepala.
Metode yang satu ini termasuk jenis tes narkoba yang paling handal. Pasalnya, tes rambut memiliki kisaran waktu deteksi yang lebih lama. Tes ini mampu mendeteksi substansi hingga 90 hari setelah penggunaan.
Metabolit yang tersisa dari penggunaan narkoba akan menempel pada folikel rambut dan tetap ada selama 3 bulan.
Tes ini juga bisa menggunakan sampel rambut dari bagian tubuh lain seperti tangan atau kaki. Rambut tersebut tumbuh lebih lambat, sehingga kisaran waktu deteksinya lebih lama, hingga 12 bulan.
Inilah mengapa tes rambut sering menjadi metode pilihan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba secara berulang dan jangka panjang.
Analisis sampel rambut dapat menunjukkan jenis narkoba, lama penggunaan, dan waktu penggunaan terakhir. Jika hasil tes menunjukkan ketergantungan, langkah selanjutnya adalah mengikuti rehabilitasi narkoba agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Tes rambut juga merupakan metode deteksi narkoba yang sulit untuk dimanipulasi. Namun, penggunaannya terbilang jarang karena biaya yang lebih tinggi.
Jenis Tes Narkoba Lainnya
Selain 4 metode umum tersebut, deteksi narkoba bisa menggunakan jenis tes lain. Berikut beberapa di antaranya:
1. Tes Keringat
Seperti namanya, metode ini menggunakan sampel biologis berupa keringat. Pengambilan sampel menggunakan aplikasi patch atau pad pada kulit tubuh untuk mengumpulkan keringat.
Individu yang menjalani tes perlu menggunakan pad selama kurun waktu tertentu. Biasanya, penggunaan pad pada bagian lengan atas, punggung bagian bawah, atau perut bagian tengah.
Kemudian sampel masuk tahap analisis untuk mendeteksi ada tidaknya metabolit dari narkoba. Hasil tes keringat dapat menunjukkan informasi berapa dosis narkoba yang dikonsumsi selama menggunakan pad.
Metode ini mampu mendeteksi penggunaan narkoba dalam kisaran waktu beberapa jam hingga 1 minggu. Namun, tes keringat mengharuskan pemantauan secara terus menerus pada individu terkait selama beberapa hari.
2. Tes Residu
Tes residu biasanya dilakukan di bandara dan sebagai bagian dari alat uji rumahan (home test kit).
Metode ini melibatkan penyapuan pada berbagai barang milik individu untuk mengambil sampel berupa residu (sisa) narkoba.
Tes residu dapat mendeteksi pengguna narkoba. Namun, metode ini tidak dapat mengidentifikasi penggunaan langsung. Pasalnya, residu dari berbagai jenis narkoba dapat tertinggal pada barang-barang milik penyalahguna.
Proses Tes Narkoba
Saat melakukan tes narkoba, terdapat beberapa proses yang perlu Anda lalui, yaitu:
1. Pengumpulan Sampel
Langkah pertama yaitu pengumpulan sampel biologis sesuai jenis tes. Tahap ini harus sesuai dengan protokol sehingga sampel terhindar dari kontaminasi dan manipulasi.
2. Pengujian Laboratorium
Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk proses analisis. Terdapat beberapa metode untuk mendeteksi substansi dalam sampel, meliputi:
Immunoassay screening: metode skrining yang cepat dan murah untuk mendeteksi substansi dalam sampel. Namun, metode ini memiliki kemungkinan hasil false positive.
GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry): metode ini mampu mengidentifikasi substansi yang terkandung dalam sampel dengan akurasi tinggi.
3. Interpretasi Hasil
Tahap terakhir yaitu interpretasi atau pembacaan hasil tes narkoba. Hasil positif menunjukkan sampel mengandung substansi narkoba, sedangkan hasil negatif menunjukkan tidak adanya substansi.
Hasil juga bisa berupa inconclusive yang berarti perlu pengujian lebih lanjut untuk menarik kesimpulan.
Itulah beberapa jenis tes narkoba dan prosedurnya. Pemilihan jenis tes biasanya berdasarkan pada kebutuhan. Apabila memerlukan pengujian yang lebih spesifik, maka ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan tenaga medis profesional atau pusat kesehatan di lokasi anda.
Posting Komentar untuk "4+ Jenis Tes Narkoba, Lengkap dengan Prosedurnya"