Waspadai Efek Ekstasi bagi Kesehatan Tubuh Berikut!
Ekstasi yang bisa meningkatkan energi dan perasaan bahagia. Dampak setelahnya bisa bervariasi, bahkan yang parah hingga ketergantungan. Itulah mengapa Anda perlu waspadai efek ekstasi bagi kesehatan tubuh.
Efek ekstasi pada tubuh manusia sangat bervariasi berdasarkan sejumlah faktor seperti berat badan, kesehatan, kebiasaan penggunaan, serta kombinasi dengan obat lain yang mungkin dikonsumsi pada saat yang bersamaan.
Tidak ada tingkat konsumsi yang benar-benar aman karena penggunaan obat apa pun selalu membawa risiko, termasuk efek samping yang tidak diinginkan.
Apa Itu Ekstasi?
Ekstasi adalah obat sintetis ilegal yang methylenedioxymethamphetamine (MDMA). Obat ini termasuk empatiogen yang dapat meningkatkan perasaan empati dan kasih sayang terhadap orang lain.
Selain itu, MDMA juga berfungsi sebagai stimulan karena mempercepat kerja sistem saraf pusat. Pada dosis tinggi, ekstasi dapat mengubah persepsi seseorang terhadap realita dan memberikan efek halusinogen.
Lalu, seperti apa bentuk ekstasi? Ekstasi umumnya berbentuk tablet atau kapsul yang dikonsumsi dengan cara ditelan.
Ekstasi juga dapat dijual dalam bentuk bubuk atau tablet tersebut dihancurkan lalu dihirup. Meski jarang, ada laporan mengenai penggunaan ekstasi dengan cara disuntikkan.
Tablet ekstasi hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna, sering kali diberi cap logo seperti kupu-kupu atau semanggi sehingga terlihat seperti permen.
Waspadai Efek Ekstasi bagi Kesehatan Tubuh
Untuk mengetahui apa saja efek ekstasi, berikut kita bagi dampak ekstasi jangka pendek hingga jangka panjang.
1. Efek Jangka Pendek
Dampak ekstasi mulai terasa dalam 20 menit hingga 1 jam setelah dikonsumsi. Efek ini bisa berlangsung selama sekitar 6 jam. Pada dosis rendah hingga sedang, ekstasi dapat memberikan sejumlah efek seperti:
Peningkatan rasa percaya diri
Peningkatan energi
Penurunan hambatan sosial
Perasaan bahagia, kedekatan dengan orang lain, dan empati
Munculnya kecemasan, paranoia, hingga agresi
Gangguan kontrol otot, ketidakstabilan, nyeri otot, dan kekakuan
Peningkatan tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, hingga munculnya mual
Peningkatan rangsangan seksual
Penggertakan gigi dan pengepalan rahang, serta pupil yang melebar
Kesemutan pada kulit dan nyeri otot
Sementara itu, jika mengonsumsi ekstasi dengan dosis tinggi, risiko overdosis meningkat. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengatasi jumlah ekstasi yang masuk. Gejala overdosis mencakup:
Halusinasi, muntah, dan sensasi mengambang
Perilaku tidak rasional hingga kejang-kejang
Tekanan darah tinggi dan detak jantung meningkat
Penggunaan ekstasi dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan kematian, terutama terkait dengan serangan jantung atau pendarahan otak.
Setelah efek ekstasi hilang, pengguna sering mengalami fase turun yang ditandai dengan kelelahan fisik, depresi, kecemasan, paranoia, insomnia, serta kesulitan berkonsentrasi.
Gejala-gejala ini biasanya mulai muncul sehari setelah konsumsi dan dapat bertahan beberapa hari.
2. Efek Jangka Panjang
Dampak jangka pendek saja cukup signifikan pada kehidupan, apalagi efek jangka panjangnya. Anda tetap harus waspadai efek ekstasi bagi kesehatan tubuh ya!
Dalam jangka panjang, penggunaan ekstasi secara teratur dapat merusak beberapa bagian otak, serta menyebabkan depresi.
Pengguna seringkali mengalami kekurangan tidur dan makan. Alhasil, tubuh lebih rentan terkena penyakit seperti flu, pilek, dan infeksi.
Selain itu, meskipun overdosis ekstasi jarang terjadi, efek samping berbahaya lainnya bisa muncul. Terutama terkait dengan peningkatan suhu tubuh yang drastis (hipertermia).
Suhu tubuh yang naik akibat ekstasi dapat diperparah oleh aktivitas fisik yang intens. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan natrium yang berisiko menyebabkan gagal ginjal atau bahkan kematian akibat pembengkakan otak.
Dampak jangka panjang dari penggunaan ekstasi yang teratur bisa mencakup:
Libido rendah
Gangguan tidur
Impulsivitas
Kecemasan
Kebingungan atau masalah memori
Depresi
Kesulitan berkonsentrasi
Penyakit jantung
3. Dampak Ekstasi pada Otak
Ekstasi (MDMA) bekerja pada otak dengan merangsang pelepasan besar-besaran serotonin, yaitu neurotransmitter utama yang mengatur suasana hati, pola tidur, nafsu makan, serta persepsi rasa sakit.
Lonjakan serotonin inilah yang biasanya memicu rasa euforia, kebahagiaan intens, serta perasaan kedekatan emosional yang sering dilaporkan pengguna setelah mengonsumsi ekstasi.
Namun, pelepasan berlebih tersebut membuat otak kehabisan stok serotonin dalam waktu singkat. Akibatnya, kadar neurotransmitter ini bisa menurun drastis, sehingga muncul berbagai efek samping psikologis seperti rasa murung, cemas, mudah lelah, atau perubahan mood negatif yang bisa berlangsung beberapa hari setelah pemakaian.
4. Dampak Konsumsi Ekstasi dengan Obat Lain
Kombinasi ekstasi dengan obat lain dapat meningkatkan risiko overdosis, terutama jika dikonsumsi bersama stimulan lain seperti kokain atau amfetamin. Konsumsi obat-obatan ini dapat memperburuk peningkatan tekanan darah dan kecemasan.
Mengonsumsi ekstasi bersamaan dengan alkohol juga berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi, kepanasan, dan memperparah efek turun.
Penggunaan ekstasi juga berdampak pada keselamatan. Mengemudi setelah mengkonsumsi ekstasi sangat berbahaya karena penggunanya cenderung merasa terlalu percaya diri dan kehilangan kontrol otot.
Jadi, penggunaan ekstasi bisa meningkatkan risiko kecelakaan.
Di tempat kerja, hal serupa terjadi, di mana dampak fisik dan psikologis ekstasi dapat mengganggu kinerja dan keselamatan kerja.
Penggunaan obat ini juga beresiko selama kehamilan dan menyusui karena efeknya dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi.
Cara Mengatasi Ketergantungan Ekstasi
Belum diketahui secara pasti apakah ekstasi bersifat adiktif. Namun, penggunaan ekstasi yang terus berlanjut meskipun ada dampak negatif bisa menyebabkan ketergantungan penggunaan zat.
Ketergantungan ekstasi termasuk gangguan halusinogen. Pengguna yang didiagnosis dengan gangguan ini akan menunjukkan setidaknya dua gejala dalam periode 12 bulan.
Contoh gejalanya seperti keinginan kuat untuk menggunakan obat, ketidakmampuan untuk berhenti, atau penggunaan yang berulang meskipun ada masalah pribadi atau sosial.
Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan ekstasi jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kognitif dan memori yang permanen. Meskipun masih perlu penelitian lebih lanjut, Anda tetap harus waspadai efek ekstasi bagi kesehatan tubuh.
Pengobatan untuk ketergantungan ekstasi umumnya melibatkan terapi perilaku kognitif (CBT). CBT membantu individu mengubah pola pikir dan perilaku terkait penggunaan obat, serta mengajarkan keterampilan mengatasi stres, dan mencegah kambuh.
Cara Mencegah Ketergantungan Ekstasi
Jika Anda memilih untuk menggunakan ekstasi, sebaiknya lakukan langkah pencegahan guna mengurangi risiko, termasuk overdosis. Berikut beberapa cara untuk mengurangi bahaya jika tetap menggunakannya.
1. Tetap Terhidrasi
Minumlah sekitar dua gelas air setiap jam sebelum dan selama penggunaan ekstasi untuk mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan pingsan atau pusing.
2. Konsumsi Ekstasi dengan Disaksikan Teman
Jangan konsumsi ekstasi sendirian. Ajak setidaknya satu teman yang tidak menggunakan obat tersebut untuk berjaga-jaga dan membantu jika terjadi masalah.
3. Berada di Lingkungan yang Aman dan Familier
Saat efek ekstasi mulai dirasakan, seperti perubahan persepsi, sebaiknya Anda berada di tempat publik yang dapat memberikan rasa aman. Hindari area berbahaya seperti dekat air, perbukitan, atau berada di dalam mobil.
4. Konsumsi dalam Dosis Kecil
Jika Anda memilih untuk mengkonsumsi ekstasi, mulailah dengan dosis kecil. Misalnya dengan memotong tablet menjadi beberapa bagian dan hanya mengambil satu bagian kecil terlebih dahulu. Cara ini lebih aman untuk mengukur reaksi tubuh Anda.
Langkah-langkah tersebut dapat Anda terapkan. Selain itu, selalulah waspadai efek ekstasi bagi kesehatan tubuh dan pahami risikonya.
Edukasi diri Anda dan teman-teman mengenai cara-cara aman dalam penggunaan ekstasi untuk meminimalkan potensi risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Lebih baik lagi, jika Anda tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Posting Komentar untuk "Waspadai Efek Ekstasi bagi Kesehatan Tubuh Berikut!"