12 Ciri Ciri Gangguan Mental dan Cara Mengatasinya

 Berbeda dengan penyakit fisik yang biasanya langsung terasa di tubuh, ciri-ciri gangguan mental sering kali sulit disadari oleh penderitanya sendiri. Contohnya, saat demam, kamu langsung merasakan tubuh panas, menggigil, atau lemas. 

Gejalanya jelas dan terlokalisasi di fisik. Sementara pada gangguan mental, tubuh bisa terlihat baik-baik saja dari luar—tidak ada demam, tidak ada luka, tidak ada keluhan fisik yang mencolok. Namun di dalam, kondisi emosi, pikiran, dan psikis sedang mengalami pergolakan atau ketidakseimbangan yang signifikan.

12 Ciri Ciri Gangguan Mental dan Cara Mengatasinya


Gangguan mental merupakan kondisi kesehatan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan emosi, serta bersikap dan berperilaku sehari-hari. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Ciri Ciri Gangguan Mental

Apakah kamu sedang mengalami gangguan kesehatan mental tanpa menyadarinya? Simak tanda-tanda umum yang sering muncul berikut ini.

1. Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati yang datang secara tiba-tiba misalnya dari senang mendadak menjadi sangat sedih tanpa alasan yang jelas bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan mental. Namun, jika perubahan emosi tersebut dipicu oleh kejadian wajar seperti kehilangan orang terdekat, putus hubungan, atau mendapat kabar buruk, itu merupakan respons emosional normal dan bukan termasuk gangguan jiwa.

2. Menurunnya Fungsi Kognitif

Selain itu, gangguan ini biasanya disertai masalah ingatan seperti mudah lupa hal-hal kecil, sulit menjaga fokus atau berkonsentrasi lama, hingga pada kasus yang lebih berat bisa timbul halusinasi yang mengganggu realitas.

Kondisi semacam ini tentu sangat mengganggu, karena secara langsung memengaruhi kemampuan menjalankan rutinitas harian dengan efektif. Produktivitas pun menurun drastis.

Misalnya, saat sedang bekerja atau belajar, sulitnya mempertahankan konsentrasi sering membuat tugas menumpuk dan tidak selesai tepat waktu. Akibatnya, tidak hanya penderitanya yang merasakan dampaknya, tetapi juga lingkungan sekitar seperti rekan kerja, atasan, atau bahkan perusahaan secara keseluruhan

3. Mati Rasa/Apatis

Tanda gangguan mental berikutnya adalah rasa mati rasa emosional. Bukan mati rasa fisik seperti efek obat bius, melainkan hilangnya kemampuan untuk merasakan empati atau kepedulian terhadap orang lain di sekitar.

Ketika seseorang mulai kehilangan minat dan perasaan peduli terhadap lingkungan, keluarga, teman, atau bahkan masalah yang biasanya penting baginya, ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan jiwa. Dalam istilah psikologi, kondisi ini dikenal sebagai apatis atau sikap acuh tak acuh yang berlebihan.

4. Gangguan Tidur

Gangguan tidur sering kali menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan mental. Penderitanya biasanya kesulitan mengatur pola tidur dengan baik.

Ada yang mengalami tidur berlebihan (hipersomnia), ada pula yang justru sulit tidur atau sering terbangun (insomnia). Ketidakteraturan pola tidur ini akhirnya membuat tubuh terasa lelah berkepanjangan, energi menurun, serta sulit menjalankan aktivitas harian secara produktif dan optimal.

5. Gangguan Makan

Selain gangguan tidur, salah satu tanda gangguan jiwa yang sering terlihat adalah perubahan pola makan seseorang.

Bisa jadi nafsu makannya hilang sama sekali sehingga jarang makan, atau justru sebaliknya makan berlebihan tanpa kendali. Kedua kondisi ini biasanya menjadi sinyal adanya masalah kesehatan mental. Pada orang yang sehat secara jiwa, pola makan umumnya tetap seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

6. Mudah Lelah

Salah satu ciri gangguan mental yang sering muncul adalah rasa lelah berlebih meskipun aktivitas yang dilakukan masih dalam batas rutinitas sehari-hari.

Misalnya, kalau dulu Anda biasa bekerja atau beraktivitas selama 8 jam penuh tanpa masalah berarti, tapi sekarang merasa sangat kelelahan padahal baru beberapa jam berlalu—ini bisa menjadi sinyal penting. Tubuh dan pikiran seolah kehabisan energi lebih cepat dari biasanya, meski secara fisik tidak ada perubahan besar.

Akibatnya, produktivitas pun menurun drastis. Tugas yang sebelumnya selesai dengan lancar kini terasa berat, sulit diselesaikan, dan sering disertai perasaan lesu yang sulit dijelaskan. Kondisi ini umum dialami pada gangguan seperti depresi, kecemasan, atau kelelahan mental kronis, sehingga penting untuk tidak diabaikan begitu saja.

7. Kurang Merawat Diri

Coba perhatikan bagaimana penampilan seseorang yang mengalami gangguan mental berat sering kali terlihat kurang terawat.

Hal ini bukan tanpa alasan. Ketika kondisi kejiwaan terganggu parah, motivasi untuk menjaga diri sendiri biasanya menurun drastis. Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan kebersihan dan perawatan diri sehari-hari.

Beberapa tanda yang sering terlihat meliputi kuku yang terlalu panjang dan kotor, rambut yang kusut serta jarang dicuci, bau badan yang menyengat karena jarang mandi, pakaian yang sudah lusuh dan tidak diganti, serta lingkungan tempat tinggal yang berantakan dan kurang higienis.

Ini semua mencerminkan betapa gangguan tersebut bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk merawat diri dan sekitarnya dengan baik.

8. Berperilaku Destruktif

Perilaku destruktif atau tindakan yang merugikan orang lain sering kali menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan mental. Anda mungkin bisa langsung merasakan atau menyadari pola ini saat berinteraksi dengan seseorang yang mengalaminya.

Perilaku merusak tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang lain, melainkan juga bisa tertuju pada diri sendiri. Jika ditujukan kepada orang lain, biasanya muncul dalam bentuk tindakan fisik seperti memukul, meneriaki, atau melontarkan kata-kata kasar dan makian.

9. Takut Berlebihan

Rasa takut yang berlebihan dan sulit dikendalikan sering kali menjadi sinyal adanya gangguan mental. Ketakutan yang muncul secara intens biasanya sangat erat kaitannya dengan kondisi kejiwaan seseorang. Bukan hanya rasa takut saja, gejala lain seperti sering merasa cemas berlebih, gugup tanpa sebab jelas, atau tiba-tiba panik juga patut diwaspadai sebagai tanda gangguan psikis. Jika Anda atau orang terdekat sering mengalami hal-hal tersebut, penting untuk lebih peka dan tidak mengabaikannya.

10. Gairah Seks Menurun

Gangguan kesehatan mental seperti depresi atau stres berat memang bisa menyerang keharmonisan rumah tangga, termasuk hubungan intim suami istri. Salah satu gejala yang sering muncul adalah penurunan gairah seksual pada salah satu atau bahkan kedua pasangan. Hal ini terjadi karena saat seseorang mengalami gangguan psikis, kemampuan otak untuk merasakan kesenangan (anhedonia) menjadi terganggu. Akibatnya, aktivitas yang biasanya menyenangkan termasuk hubungan seksual terasa hambar, kurang menarik, atau bahkan terasa membebani. Kondisi ini bukan sekadar "hilang minat sementara", melainkan dampak langsung dari ketidakseimbangan kimia otak yang memengaruhi dorongan libido secara keseluruhan.

11. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Orang sehat secara mental biasanya merasa nyaman berinteraksi dengan orang lain, meskipun karakternya cenderung pendiam atau introvert.

Mereka tetap terbuka untuk bersosialisasi dalam kadar yang wajar. Sebaliknya, seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa sering kali menunjukkan pola berbeda. Mereka lebih memilih mengisolasi diri dan menjauh dari lingkungan sosial sekitar.

Bahkan orang yang sebelumnya dikenal ramah dan mudah bergaul bisa berubah menjadi sulit diajak berkomunikasi. Rasa curiga yang berlebihan juga kerap muncul, sehingga mereka menjadi sulit mempercayai orang lain.

12. Kurang Percaya Diri

Ciri gangguan mental lainnya adalah rendahnya rasa percaya diri. Bukan sekadar rasa malu atau pemalu biasa, melainkan kehilangan keyakinan diri yang berakar dari kondisi kesehatan mental. Orang dengan gangguan mental sering kali mengalami rasa percaya diri yang sangat rendah, sehingga cenderung terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Dalam kondisi yang lebih berat, perilaku ini bisa berkembang menjadi menyakiti diri sendiri (self-harm) hingga pada tingkat paling serius, berisiko melakukan upaya bunuh diri.

Cara Mengatasi Gangguan Mental

Cara Mengatasi Gangguan Mental


Tak seperti anggapan umum, gangguan kesehatan mental juga bisa diatasi dan dikelola dengan baik, sama seperti kondisi kesehatan fisik lainnya. Ada berbagai pendekatan efektif yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan jiwa, mulai dari penanganan profesional hingga langkah-langkah mandiri yang mendukung pemulihan. Berikut beberapa cara yang dapat Anda coba untuk mengelola dan mengatasi gangguan mental:

1. Mengkonsumsi Obat

Salah satu pendekatan pengobatan gangguan kesehatan mental adalah melalui penggunaan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter atau psikiater. Penggunaan obat ini harus selalu berdasarkan resep dan pengawasan medis profesional, karena tidak boleh dibeli atau dikonsumsi secara bebas tanpa petunjuk dokter.

Beberapa golongan obat yang umum diresepkan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan jiwa meliputi:

  • Antidepresan, untuk menangani gejala depresi dan kondisi terkait mood rendah.
  • Antipsikotik, biasanya digunakan pada gangguan psikotik seperti skizofrenia atau gejala halusinasi/delusi.
  • Obat pereda cemas (ansiolitik), untuk mengurangi rasa cemas berlebih, serangan panik, atau ketegangan.
  • Mood stabilizer, yang membantu menjaga keseimbangan suasana hati, terutama pada gangguan bipolar atau fluktuasi emosi ekstrem.

Setiap jenis obat bekerja dengan cara berbeda sesuai kondisi spesifik pasien, sehingga penentuan jenis dan dosisnya harus disesuaikan oleh tenaga medis.

2. Pergi ke Dokter

Anda juga dapat berkonsultasi dengan psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa) untuk menangani masalah kesehatan mental yang sedang dialami. Layanan ini tersedia di berbagai rumah sakit pemerintah maupun swasta, serta klinik khusus kesehatan jiwa.

Prosesnya dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh untuk menetapkan diagnosis yang akurat berdasarkan gejala, riwayat kesehatan, dan kondisi secara keseluruhan. Setelah itu, psikiater akan menyusun rencana pengobatan yang paling sesuai misalnya pemberian obat, psikoterapi atau kombinasi keduanya. Pendekatan ini dirancang secara personal agar hasilnya lebih efektif dan mendukung pemulihan jangka panjang.

3. Perawatan Mandiri

Jika gangguan mental yang Anda alami masih tergolong ringan dan belum sampai mengganggu keselamatan diri sendiri maupun orang lain, Anda bisa mencoba menanganinya melalui perawatan mandiri atau self-care yang konsisten.

Kuncinya adalah menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari sambil belajar mengelola stres dengan lebih baik, sehingga kondisi psikis bisa pulih secara bertahap dan mencegah kekambuhan di kemudian hari.

4. Rehabilitasi

Rehabilitasi merupakan pengobatan kesehatan mental yang tepat bagi korban penyalahgunaan narkoba. Tujuannya agar penderita bisa lepas sepenuhnya dari konsumsi obat-obatan terlarang tersebut.

Salah satu rekomendasi tempat rehabilitasi narkoba dengan pelayanan terbaik adalah Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN menyediakan program rehabilitasi terpadu yang komprehensif, membantu Anda terbebas dari ketergantungan NAPZA sekaligus mengatasi berbagai ciri gangguan mental terkait.

BNN menawarkan berbagai keunggulan, seperti tenaga medis dan psikolog profesional, fasilitas lengkap sesuai standar nasional, lokasi yang terjangkau di berbagai wilayah, serta pengawasan keamanan 24 jam. Selain itu, program rehabilitasi BNN juga mencakup pendampingan spiritual dan pembinaan nilai-nilai keagamaan.

Pendekatan ini dirancang agar Anda semakin dekat dengan nilai-nilai positif dan Tuhan, jauh dari jeratan narkoba. Segera konsultasikan masalah kesehatan mental Anda sekarang di layanan rehabilitasi resmi BNN.

Posting Komentar untuk "12 Ciri Ciri Gangguan Mental dan Cara Mengatasinya"