Mengenal Sabu: Efek Samping, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegah
Penyalahgunaan dan peredaran sabu (metamfetamin) kian meluas di masyarakat. Dampaknya tak main-main, merembet ke berbagai sendi kehidupan mulai dari keluarga, lingkungan sosial, hingga perekonomian. Yang paling mengkhawatirkan, generasi muda sebagai penerus bangsa menjadi salah satu korban utama yang paling rentan terjerumus.
Supaya bisa terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba, penting sekali untuk benar-benar memahami berbagai jenis narkotika yang ada. Dengan mengenalnya lebih dalam, Anda akan semakin paham akan dampak buruk yang ditimbulkannya, sehingga kesadaran untuk menjauhinya pun menjadi lebih kuat.
Apa Itu Sabu?
Sabu atau metamfetamin adalah jenis stimulan yang sangat kuat dan memiliki potensi kecanduan yang tinggi karena mempengaruhi sistem saraf pusat. Bentuknya berupa bubuk kristal putih, tanpa aroma, dan memiliki rasa pahit.
Zat ini mudah larut dalam air atau alkohol. Karakteristik ini membuat metamfetamin rentan untuk disalahgunakan secara meluas. Metamfetamin juga dapat memberikan efek jangka panjang yang lebih berbahaya bagi sistem saraf pusat.
Metamfetamin kristal telah diklasifikasikan sebagai stimulan Golongan II sehingga hanya tersedia secara legal melalui resep.
Meskipun secara medis dapat mengobati gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), penggunaannya dibatasi dan jarang diresepkan
Selain itu, dosis untuk penggunaan medis jauh lebih rendah daripada dosis umum orang menyalahgunakannya.
Efek Samping Sabu
Setiap obat yang termasuk narkotika memiliki dampak bagi penggunanya, apalagi yang sudah kecanduan. Berikut efek jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan sabu.
1. Jangka Pendek
Metamfetamin sebagai stimulan kuat, bahkan dalam dosis kecil pun dapat meningkatkan kewaspadaan, aktivitas fisik, dan menurunkan nafsu makan.
Penggunaannya dapat menyebabkan masalah kardiovaskular dan overdosis yang berakibat pada hipertermia dan kejang.
Saat mengkonsumsi metamfetamin, terjadi pelepasan dopamin yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan kecanduan. Efek jangka pendek antara lain termasuk:
Peningkatan perhatian.
Penurunan kelelahan.
Peningkatan aktivitas.
Penurunan nafsu makan.
Euforia.
Peningkatan pernapasan.
Detak jantung cepat/tidak teratur.
Hipertermia.
2. Jangka Panjang
Penyalahgunaan metamfetamin dalam jangka panjang menyebabkan kecanduan, gejala psikotik seperti paranoid dan halusinasi, serta perubahan struktur dan fungsi otak.
Efek jangka panjang juga melibatkan hal-hal sebagai berikut:
Risiko stroke.
Penyakit Parkinson.
Masalah gigi.
Masalah kesehatan mental seperti gangguan suasana hati dan perilaku agresif.
Dengan mengetahui dampak tersebut, semoga kita semakin sadar bahwa penggunaan sabu sangat berbahaya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Ciri-Ciri Pemakai Sabu
Menelan atau menghirup metamfetamin menyebabkan pengguna merasakan mabuk. Orang yang menyalahgunakan metamfetamin merasakan kegembiraan dan peningkatan energi.
Mereka beranggapan bahwa zat tersebut dapat meningkatkan kinerja tubuh. Namun, penggunaan berulang sabu dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh dan otak. Berikut gejala orang yang telah kecanduan metamfetamin:
Nafsu makan yang meningkat.
Gejala depresi.
Perubahan mood (rentan marah).
Kesulitan fokus.
Halusinasi.
Cemas.
Gelisah.
Gangguan tidur berlebihan, kesulitan terbangun, dan siklus tidur yang terganggu.
Meningkatnya resiko perilaku bunuh diri.
Keinginan untuk menyendiri (isolasi).
Cara Mengatasi Kecanduan Sabu
Umumnya, untuk mengatasi kecanduan narkotika yakni dengan melakukan terapi. Selain menjalani terapi, beberapa cara mengatasi kecanduan narkoba yaitu sebagai berikut:
1. Pemeriksaan
Seseorang yang mengalami kecanduan narkoba perlu menjalani pemeriksaan untuk menilai tingkat kecanduan dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Pemeriksaan ini membantu merancang pengobatan yang sesuai dengan keadaan kesehatan individu tersebut.
Selain itu, pemeriksaan juga membantu menangani efek samping atau gangguan lain yang mungkin timbul akibat narkoba.
2. Detoksifikasi
Detoksifikasi merupakan proses untuk membantu membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya. Proses ini mempersiapkan seseorang untuk memulai perawatan atau terapi selanjutnya.
Meskipun proses ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, detoksifikasi merupakan langkah kunci dalam pemulihan.
3. Stabilisasi
Setelah melewati fase detoksifikasi, orang yang kecanduan sabu akan memasuki tahap stabilisasi. Proses ini bertujuan untuk membantu pemulihan fisik dan mental melalui penggunaan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.
Stabilisasi menjadi fase krusial setelah detoksifikasi, di mana kondisi fisik dan mental pasien distabilkan secara bertahap agar lebih siap menghadapi program rehabilitasi yang lebih mendalam dan terstruktur.
4. Pengelolaan Aktivitas
Terapi pasca-rehabilitasi yaitu melalui pengelolaan aktivitas sehari-hari. Hal ini mencakup pengawasan keluarga dan kerabat dekat.
Tujuannya untuk memastikan bahwa orang yang telah pulih dari kecanduan tetap menjalani hidup sehat dan terhindar dari penggunaan zat terlarang.
5. Bantuan BNN
Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat memberikan dukungan dan bantuan melalui berbagai program rehabilitasi.
Hal ini termasuk rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial seperti seminar dan konseling, serta kegiatan keagamaan untuk memperkuat aspek spiritual.
Dengan menggabungkan beberapa upaya tersebut, seseorang yang mengalami kecanduan narkoba berpeluang besar untuk berhasil pulih.
Cara Menghindari Sabu
Narkotika yang sangat berbahaya harus kita hindari. Agar terhindar dari penyalahgunaan, berikut langkah yang dapat Anda lakukan:
1. Menolak Ajakan Teman
Hal ini merupakan langkah pertama sebagai tindakan pencegahan. Sebab, salah satu alasan generasi mencoba adalah karena ajakan dari teman sebaya.
Ajakan dari lingkungan sosial termasuk teman terdekat, menjadi pemicu awal dari penyalahgunaan narkotika.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sangat penting untuk bersikap tegas dan berani menolak ajakan menggunakan narkoba, meskipun datang dari teman dekat sekalipun. Dengan tegas mengatakan “tidak” dan menjaga batasan diri, Anda tidak hanya melindungi diri dari berbagai ancaman serta risiko penyalahgunaan zat berbahaya, tetapi juga menjaga masa depan yang lebih sehat dan bebas dari jeratan narkoba.
2. Mengelola Stres
Pada zaman sekarang, banyak orang terjebak dalam berbagai tekanan seperti tekanan pekerjaan atau hubungan sosial lainnya. Tekanan yang berlebihan tersebut akhirnya memicu stres.
Dalam situasi ini, narkoba kerap menjadi obat ketika seseorang mengalami stres. Namun, yang terjadi sebenarnya adalah penggunaan narkoba justru akan meningkatkan tingkat stres dalam hidup.
Cara menghindari narkoba dalam hal ini adalah dengan menemukan alternatif untuk mengatasi stres dan melepaskan kelelahan. Pilihlah kegiatan positif yang dapat membantu mengalihkan pikiran dari obat-obatan sebagai solusi mengurangi stres.
3. Hindari Minum Alkohol
Minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat-obatan sering kali terjadi secara bersamaan. Seseorang yang menghadapi masalah kesehatan mental seringkali mencari solusi dengan menggunakan narkoba dan minuman beralkohol.
Oleh karena itu, sebaiknya menghindari konsumsi alkohol agar dapat mencegah dampak negatif terhadap kesehatan. Jadi, tidak hanya narkotika, tetapi minuman beralkohol memiliki potensi membawa konsekuensi yang merugikan.
4. Melakukan Kegiatan Positif
Menghindari narkoba dan minuman keras dapat melalui kegiatan positif seperti olahraga secara teratur setiap harinya. Sebab, berolahraga dapat merangsang produksi hormon bahagia.
Saat berolahraga, terjadi peningkatan endorfin, dopamin, adrenalin, dan endocannabinoid di otak. Zat-zat kimia ini dapat memicu perasaan bahagia, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengurangi tingkat kecemasan dan stres.
Dengan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan rutin, kemungkinan untuk menggunakan obat-obatan terlarang dapat diminimalkan.
5. Mengenali Dampak Buruk Sabu
Salah satu cara paling ampuh menjauhkan diri dari narkoba adalah dengan mengenali secara mendalam efek samping serta kerusakan yang ditimbulkannya. Penggunaan narkoba bisa memberikan dampak sangat serius dan menakutkan, baik pada kondisi fisik maupun mental. Beberapa efek samping yang umum dialami antara lain:
Kecanduan, penggunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan yang sulit untuk dihentikan.
Hilang arah dan kesadaran, seseorang yang mengonsumsi narkoba dapat lepas kendali dan kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya.
Depresi dan Kesulitan Mengontrol Emosi, penggunaan narkoba dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem dan kesulitan dalam mengontrol emosi.
Kematian, dampak paling serius dari penggunaan narkoba adalah risiko kematian yang dapat terjadi akibat overdosis atau efek jangka panjangnya.

Posting Komentar untuk "Mengenal Sabu: Efek Samping, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegah"