8 Ciri-Ciri Trauma Mental dan Cara Menanganinya
Banyak orang yang mungkin tidak mengenali apa saja ciri-ciri trauma mental. Trauma sendiri adalah sebuah efek sekaligus respon emosional terhadap kejadian buruk yang pernah penderita alami.
![]() |
| Ciri ciri trauma mental |
Sayangnya, apabila dibiarkan, trauma bisa memicu berbagai efek mengerikan secara jangka panjang. Baik itu fisik, mindset, dan emosional. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui setiap ciri seseorang menghadapi trauma mental.
Lebih buruk lagi, penderita cenderung menolak untuk mendeskripsikan kondisinya, apalagi membicarakan peristiwa traumatis.
Sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui ciri-ciri trauma psikologis. Lantas, bagaimana cara menangani penderita yang mengalami trauma? Mari temukan jawabannya dengan membaca artikel ini sampai habis.
Apa Itu Trauma?
Sebelumnya, mari mengetahui apa itu trauma. Trauma didefinisikan sebagai respons emosional tubuh terhadap peristiwa buruk yang pernah penderita alami.
Artinya, tubuh akan bereaksi bergantung dengan keparahan trauma dengan cara berbeda-beda.
Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa setiap orang memiliki respon trauma yang bervariasi.
Namun, terdapat kesamaan pada cakupan kesamaan, yakni ketakutan, kecemasan, amarah, dan putus asa.
Secara fisik, penderita mungkin akan merasakan gejala fisik seperti berkeringat dingin, detak jantung cepat, gemetar, dan sesak napas.
Sementara itu, trauma sendiri terklasifikasi ke dalam tiga jenis sebagai berikut:
Akut: Trauma yang terjadi akibat peristiwa yang membahayakan jiwa yang terjadi sekali.
Kronis: Trauma yang terjadi setelah peristiwa secara berkepanjangan dan berulang.
Kompleks: Trauma yang terjadi akibat rangkaian atau beberapa peristiwa yang traumatis. Beberapa penyakit kronis seperti porfiria juga dapat berdampak pada kesehatan mental.
Penyebab trauma pun dapat bervariasi, masing-masing bisa mempengaruhi penderita. Berikut adalah beberapa trauma yang cukup umum:
- Bullying
- Pelecehan seksual
- Pelecehan verbal
- KDRT
- Kecelakaan
- Konflik bersenjata atau perang
- Kematian kerabat terdekat secara tragis
- Pengalaman dalam kegagalan
- Diskriminasi
Ciri-Ciri Trauma Mental
Jadi, apa saja yang menjadi ciri-ciri dari trauma mental. Berikut adalah ciri-ciri yang cukup khas saat seseorang mengalami trauma, beberapa mungkin bisa terlihat sehari-hari:
1. Kecemasan Berlebih
Ciri-ciri trauma pertama yang menandakan orang mengalami trauma adalah kecemasan berlebih.
Pasalnya, peristiwa buruk akan meninggalkan bekas yang melekat pada ingatannya.
Kecemasan ini akan tampak ketika penderita harus menghadapi situasi yang sama seperti kejadian terkait pada masa lalu.
Alhasil, kecemasan mereka akan semakin intens dan sulit terkendali.
2. Selalu Merasa Ketakutan
Salah satu ciri-ciri trauma masa kecil, kekerasan, dan cinta selanjutnya adalah selalu merasa ketakutan. Terkait dengan kecemasan, ia akan berusaha untuk menghindari agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
Bahkan, hal ini juga berdampak pada orang-orang terdekatnya. Alhasil, penderita akan menjadi lebih overprotektif dan waspada terhadap mereka demi menghindari dampak kejadian yang serupa.
3. Menghindari Situasi yang Berkaitan dengan Trauma
Terkait dengan dua ciri-ciri tadi, orang yang trauma sering sekali menghindari situasi yang terkait dengan pengalaman traumatis. Hal ini juga termasuk menghindari tempat yang mungkin akan mengingatkannya pada kejadian tersebut.
Inilah mengapa penderita sering sekali menghindari setiap kegiatan yang memicu kenangan tersebut. Mereka juga enggan membicarakan kembali situasi tersebut karena ketakutan akan reaksi emosional yang intens.
4. Cepat Marah secara Meledak-Ledak
Selanjutnya, salah satu dari ciri-ciri trauma secara psikologis dapat berupa amarah yang seakan meledak-ledak. Benar, orang yang menderita trauma terlihat cepat marah meski hanya hal sepele.
Ini bisa saja menandakan dirinya masih terkurung dalam sebuah trauma. Lebih buruknya, untuk meredam amarah ini, mereka cenderung memilih melakukan kebiasaan tidak sehat. Misalnya, minum alkohol, merokok, atau mengonsumsi NAPZA. Penyalahgunaan zat dapat memperparah kondisi psikologis, termasuk efek dari sabu dalam tubuh.
5. Gangguan Tidur
Gangguan tidur bahkan tergolong sebagai salah satu dari ciri-ciri dari trauma mental. Mereka dapat mengalami kurang tidur atau sering terbangun pada tengah malam.
Bisa saja, gangguan tidur ini terpicu oleh sebuah kilas balik kenangan traumatis dalam bentuk mimpi.
Alhasil, ini akan menghasilkan ketakutan secara berlebihan sehingga mengganggu pola tidurnya.
6. Perubahan secara Respon Fisiologis
Dari ciri ciri trauma tadi, tidak terbantahkan lagi respon fisiologis penderita dapat mengalami perubahan.
Cukup mudah untuk mengenali perubahan tersebut yang menandakan penderita mengalami trauma.
Mulai dari keringat dingin berlebih, napas cepat, sampai detak jantung meningkat. Ketiga gejala tersebut merupakan respon fisiologis saat mereka menghadapi hal yang terkait peristiwa traumatis.
7. Merasa Bersalah dan Putus Asa
Jika ditanya “apa saja ciri-ciri mental down?”, banyak orang langsung menyebut rasa bersalah yang mendalam dan perasaan putus asa sebagai tanda yang paling menonjol. Hal itu memang benar adanya—seseorang yang mengalami trauma psikologis berat sering kali terjebak dalam perasaan bersalah berlebih serta hilangnya harapan akan masa depan.
Dengan kata lain, ia akan cenderung menyalahkan diri sendiri dan memiliki mindset secara negatif terhadap masa depan. Perilaku seperti ini akan berdampak pada harga diri dan kesehatan mental sang penderita.
8. Menarik Diri dari Kehidupan Sosial
Ciri-ciri trauma mental terakhir dapat terlihat dari penderita cenderung menarik diri dari kehidupan sosial.
Ini merupakan konsekuensi dari perasaan negatif yang ia rasakan, mulai dari sedih, cemas, malu, dan bersalah.
Oleh karena itu, penderita akan menjauh dari semua orang dan memiliki masalah kepercayaan dalam menjalin hubungan sosial. Terlebih, mereka juga akan menganggap lingkungan luar bukan hal yang aman.
Dampak Trauma secara Jangka Panjang
Parahnya, jika trauma dibiarkan begitu saja dalam jangka panjang, terdapat konsekuensi atau dampak masalah lain seperti gangguan mental. Berikut adalah beberapa dari dampak trauma secara jangka panjang:
1. Gangguan Kecemasan
Kita sudah tahu bahwa trauma dapat memicu kecemasan, apalagi jika teringat dengan peristiwa traumatis. Bisa saja, rasa cemas ini berujung gangguan kecemasan yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
2. Depresi
Rasa sedih dan takut dari trauma juga dapat menimbulkan depresi. Terlebih lagi, depresi akan menyulitkan penderita dalam menghadapi trauma tersebut, apalagi sampai tidak mengetahui cara mengatasi perasaan negatif.
3. Masalah Lain dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain itu, trauma juga dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Bahkan, jika trauma sudah tidak terkendali lagi dalam jangka panjang, penderita dapat mengalami masalah dalam karier dan kehidupan sosial.
Cara Menangani Trauma
Tidak cukup untuk mengenali ciri-ciri trauma mental, penting pula untuk mengetahui cara menanganinya sebagai berikut:
1. Psikoterapi
Cara pertama untuk menangani trauma adalah psikoterapi oleh psikiater. Terapi ini bertujuan untuk mengontrol mindset dan perasaan penderita terkait trauma.
2. Konsumsi Obat-obatan
Psikiater mungkin akan memberi resep obat-obatan demi membantu menurunkan gejala sambil mengatasi trauma. Obat-obatan tersebut dapat termasuk antidepresan, anti-kecemasan, dan obat tidur.
3. Terapi Kelompok
Selanjutnya, terapi kelompok berupa metode di mana sekelompok individu bekerja sama dalam menghadapi trauma dengan panduan seorang terapis. Cara ini akan membantu dalam memberi dukungan sosial dan memastikan penderita tidak sendiri.
4. Terapi Mandiri
Tidak kalah penting dari tiga cara sebelumnya, terapi mandiri merupakan salah satu cara terpenting dalam mengatasi trauma. Dari sini, penderita akan mendapat saran untuk menjalankan pola hidup sehat dan bersosialisasi bersama orang terdekat.
Itulah delapan ciri-ciri trauma mental dan cara menanganinya. Jika Anda atau kerabat terdekat mengalami keluhan berupa trauma atau kesehatan mental lain, segera hubungi bantuan medis untuk penanganan lebih lanjut

Posting Komentar untuk "8 Ciri-Ciri Trauma Mental dan Cara Menanganinya"