8 Cara Pencegahan HIV AIDS, Ketahui Sebelum Terlambat!
HIV/AIDS menjadi penyakit berbahaya yang akan menyerang sistem imun tubuh. Walau begitu, resiko penularan kedua penyakit ini bisa Anda cegah. Terutama jika menerapkan berbagai pencegahan HIV AIDS.
Sebelum itu, baiknya ketahui dulu jika cara penularan HIV/AIDS yang paling sering terjadi lewat hubungan seksual.
Jadi, memang cara pencegahan terbaik adalah melakukan hubungan seksual aman dan tak sering berganti pasangan.
HIV ini merupakan virus yang membuat masalah serius. Sampai kini, HIV/AIDS bahkan telah menewaskan sampai 33 juta jiwa penduduk di dunia.
Saat virusnya sudah masuk tubuh, sistem kekebalan akan rusak. Lalu, sel darah putih yang justru sangat penting untuk imun juga ikut rusak.
Jika semakin banyak sel darah putih yang hancur, maka sistem kekebalan tubuh penderita atau yang terjangkit bisa semakin lemah.
Mengenal Lebih dalam Soal HIV/AIDS
HIV atau Human Immunodeficiency Virus (HIV), merupakan virus yang menyerang sistem imun tubuh. Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan tahapan HIV yang paling lanjut.
Kondisi ini akan menyerang sel darah putih yang terdapat dalam tubuh yang kemudian akan membuat sistem kekebalan menjadi lemah.
Akhirnya, seseorang yang punya sistem kekebalan lemah jadi lebih rentan kena penyakit. Misalnya, infeksi, TBC, dan sejumlah jenis kanker.
HIV ini, akan menyebar dari cairan tubuh pihak yang sudah terinfeksi. Cairan tersebut adalah air susu, darah, cairan vagina, dan air mani.
Penyebarannya bisa terjadi jika berkontak langsung dengan penderita melalui hubungan seksual atau menggunakan jarum suntik yang sama. Penggunaan narkoba suntik menjadi salah satu faktor risiko. Pelajari juga berapa lama sabu bertahan dalam tubuh.
HIV ini, bukan menyebar lewat pelukan, ciuman, atau berbagi makanan seperti mitos yang beredar.
Tanda dan Gejala
Mengenai gejala dan tandanya, menurut WHO memang berbeda karena bergantung pada tingkat atau stadium infeksinya. HIV akan gampang menyebar beberapa bulan awal setelah ada pihak yang terinfeksi.
Namun, banyak yang belum sadar mengenai status ini hingga tahapan yang lebih lanjut. Nah, untuk minggu pertama ketika terinfeksi, gejalanya seperti:
Sakit kepala
Demam
Ruam
Sakit tenggorokan
Secara bertahap, HIV akan melemahkan sistem kekebalan dari tubuh Anda dan mengakibatkan:
Penurunan berat badan
Diare
Batuk
Demam
Pembengkakan kelenjar getah bening
Jika gejalanya tak memperoleh pengobatan, maka orang dengan infeksi HIV akan mengembangkan penyakit yang terbilang parah seperti:
TBC
Infeksi bakteri parah
Meningitis kriptokokus
Kanker
Cara Pencegahan HIV AIDS
Meski berbahaya, tapi penularan dari penyakit ini bisa Anda cegah. Anda bisa melakukan berbagai praktik pencegahan HIV menurut WHO (World Health Organization) dan berbagai institusi kesehatan dunia lainnya ini:
1. Hubungan Seksual yang Aman
Cara paling utama untuk mencegahnya yang utama adalah berupaya melakukan hubungan seksual yang aman.
Jika tak ingin mengalaminya, melakukan hubungan seksual yang aman memang jadi kewajiban untuk Anda.
Dengan setia pada pasangan atau menggunakan pengaman seperti kondom lateks, maka HIV/AIDS bisa tercegah.
Hal terpenting lainnya adalah tidak melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.
2. Tidak Memakai Jarum Suntik Bersama
Bahaya HIV/AIDS begitu nyata. Sudah banyak gambar, postingan, foto, dan bahkan konten video yang menunjukkan seperti apa orang-orang dengan HIV/AIDS.
Membayangkannya saja, mungkin Anda sudah tidak kuat. Maka dari itu, lakukan berbagai cara pencegahan termasuk tidak menggunakan jarum suntik bersama.
Pasalnya, pemakaian jarum suntik bersama-sama memang menjadi jalur penularan penyakit mematikan ini.
Jarum suntik yang telah orang lain gunakan, biasanya masih menyisakan darah. Jika orang yang sudah memakainya terjangkit HIV/AIDS, maka risiko penularannya juga sangat tinggi.
Utamanya ketika donor darah. Sebaiknya, Anda harus memastikan dulu jarum suntik yang mereka gunakan.
Niat baik untuk donor darah sangat boleh, tapi jaga-jaga agar penularan HIV/AIDS tak terjadi bukanlah suatu dosa.
Pastikan orang yang mengambil darah untuk donor sudah mengganti jarum suntik dengan yang baru.
Anda bisa memastikannya dengan melihat apakah jarumnya dikeluarkan dari pembungkus yang tersegel atau tidak.
Jika tidak, urungkan donor darah sebagai upaya pencegahan HIV AIDS.
3. Hindari Obat-obatan Terlarang
Ini adalah cara mencegah HIV/AIDS pada remaja yang paling sering terjerumus pada pemakaian obat-obatan terlarang.
Mengapa? Terutama karena pengaruh dari obat-obatan bisa membuat seseorang bertindak kompulsif.
Bahkan cenderung sukar dalam mengontrol setiap kebiasaannya. Momen ketika seseorang tak mampu mengontrol dirinya inilah yang membuat ia melakukan berbagai tindakan yang berisiko.
Salah satunya seperti berhubungan seksual secara tidak aman, menggunakan jarum suntik untuk narkoba, dan melakukan berbagai hal yang memperbesar resiko terkena HIV/AIDS.
4. Jangan Memakai Alat Pribadi Milik Orang Lain
Anda mungkin termasuk orang yang sering menyepelekan ini: penggunaan alat pribadi milik orang lain.
Alat pribadi seperti sikat gigi, alat cukur, handuk, pakaian dalam, dan sejenisnya, seharusnya tidak digunakan bersama.
Memang, salah satu cara pencegahan HIV AIDS yang terbaik adalah memiliki alat pribadi untuk diri sendiri, menggunakannya sendiri, dan tidak mempersilakan siapa pun ikut menggunakannya.
Tujuan utamanya hanya untuk mengecilkan kemungkinan risiko penularan berbagai jenis penyakit, termasuk HIV.
Pasalnya, ada yang menyebut kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain dengan riwayat penyakit tertentu, memperbesar kemungkinan tertular.
5. Sunat bagi Pria
5 cara pencegahan HIV/AIDS salah satunya adalah sunat untuk pria. Sunat punya tujuan utama menjaga kebersihan alat kelamin seorang pria.
Laman kesehatan CDC menyebut jika sunat, maka seorang pria dapat menurunkan risiko tertular HIV/AIDS sebesar 50% - 60%.
6. Memakai Antiretroviral/ARV
Kalau cara satu ini, untuk ibu hamil yang sudah terjangkit HIV/AIDS. Disarankan untuk mengkonsumsi ARV.
Konsumsi obat ini nantinya akan mengurangi dan mencegah penularan pada bayinya.
Tapi, Anda yang ingin mengkonsumsi ARV harus tetap dalam pengawasan dokter. Tidak bisa sembarangan. Ibu hamil dengan riwayat penyalahgunaan zat berisiko tinggi, simak bahaya narkotika bagi bayi.
7. Rutin Skrining HIV
Upaya untuk skrining HIV secara rutin juga termasuk pencegahan HIV AIDS. Pasalnya, dengan ini Anda bisa tahu kondisi tubuh apalagi jika telah aktif secara seksual.
Paling tidak, Anda bisa melakukan skrining HIV 6 bulan sekali. Skrining ini juga akan membantu Anda untuk mendeteksi penyakit lebih awal.
Deteksi lebih awal atas HIV ini, bisa Anda lakukan demi mencegah berbagai komplikasi yang mungkin muncul. Jika tidak ingin berkembang menjadi AIDS, maka penting untuk tahu lebih awal kondisi Anda ataupun orang lain dengan skrining.
8. Bersikap Terbuka dengan Pasangan
Jatuh cinta dan berupaya menjaga citra diri nampak baik itu wajar, tapi menjadi bahaya jika ada yang merahasiakan riwayat dari penyakit masing-masing.
Maka dari itu, terbukalah pada pasangan. Coba berdiskusi soal riwayat penyakit yang mungkin masing-masing pernah derita.
Dengan ini, setiap pihak bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat jika ada yang memiliki riwayat HIV/AIDS atau penyakit menular seksual lainnya.
Demi keamanan, maka konsultasi dengan dokter lebih awal adalah langkah terbaik.
Daripada terkena dan harus melakukan tahap pengobatan, sebaiknya hindari risiko penyebab dengan berbagai langkah pencegahan HIV AIDS yang sudah tertulis di atas. Mari, jaga kesehatan!
Posting Komentar untuk "8 Cara Pencegahan HIV AIDS, Ketahui Sebelum Terlambat!"