Kenali Penyebab dan Penanganan Gangguan Mental Organik
Pada umumnya, kita mengenal banyak contoh penyakit mental, kan? Seperti depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan bipolar, ADHD, sampai gangguan makan. Namun, belum banyak yang tahu gangguan mental organik.
Padahal, mengetahui gangguan mental satu ini tergolong penting. Terutama bagi orang tua menuju lansia. Pasalnya, penyakit satu ini kerap dialami oleh orang yang lansia.
Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang yang masih muda. Berikut akan kita bahas pengertian gangguan mental organik, gejala-gejala, sampai dengan penyebabnya. Simak ulasan lengkap berikut!
Pengertian Gangguan Mental Organik
Organic Mental Disorder (OMD) atau gangguan mental organik adalah sebuah istilah yang mengacu kepada berbagai kondisi terjadinya penurunan fungsi otak secara perlahan.
Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari kerusakan otak di area-area yang berkaitan dengan kegiatan mengingat, belajar, merencanakan, hingga mengambil keputusan.
Selain itu, gangguan ini juga bisa terjadi karena faktor genetik, lingkungan, biologis, atau hal lain yang dapat mempengaruhi fungsi otak seseorang. Apabila kondisi ini sedang menyerang, maka si penderita dapat mengalami berbagai permasalahan.
Bahkan, bisa mengancam jiwa pasien. Sehingga, pasien atau penderita OMD mesti mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Gangguan Mental Organik
Sebagaimana ulasan di atas, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental organik. Dalam hal ini, White Swan Foundation membagi penyebabnya ke dalam tiga kelompok.
1. Trauma/Cedera Otak
Penyebab pertama adalah trauma atau cedera di bagian otak. Kondisi tersebut merujuk pada terjadinya pendarahan di dalam otak, pendarahan ke ruang sekitar otak atau pendarahan subaraknoid.
Kemudian, bisa juga mengacu pada terjadinya pembentukan gumpalan darah di bagian tengkorak, sehingga menyebabkan adanya tekanan di dalam otak.
Atau, bisa juga karena adanya kerusakan di otak, sehingga tidak bisa menyimpan ingatan yang baru. Maka, apabila seseorang mengalami salah satu trauma atau cedera otak di atas, orang tersebut bisa mengalami penyakit mental satu ini.
2. Gangguan Degeneratif pada Otak
Gangguan degeneratif pada otak biasa juga disebut dengan penyakit neurodegeneratif.
Permasalahan atau gangguan degeneratif merupakan kondisi kronis yang menghancurkan dan merusak bagian-bagian sistem saraf dan bagian otak secara permanen.
Kondisi tersebut bisa terjadi saat sel-sel saraf pada otak kehilangan fungsinya, sampai akhirnya mati.
Ada beberapa gejala penyakit degeneratif pada otak. Seperti membutuhkan waktu yang lama untuk membereskan pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya simple, sering tersesat di tempat yang sering dikunjungi, susah mengontrol emosi, dan yang lainnya.
Secara umum, terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan penyakit satu ini, seperti gaya hidup yang tidak sehat, punya riwayat cedera berat, dan terpapar bahan kimia atau logam dengan intensitas yang tinggi.
3. Kondisi Lainnya
Sementara penyebab yang terakhir adalah kondisi lain, yaitu kondisi-kondisi tertentu yang dapat membuat seseorang mengalami gangguan mental organik.
Kondisi lainnya meliputi stroke, karena dapat meningkatkan risiko mengalami demensia, kemudian tingkat oksigen dalam tubuh yang rendah, dan gangguan kepribadian, seperti obsesif kompulsif dan narsistik.
Di dalam situs website Kementerian Kesehatan, disebutkan bahwasanya penyebab OMD ini bisa disingkat dengan I WATCH DEATH, yaitu ketika permasalahan tersebut tidak segera diatasi dengan tepat.
Adapun kepanjangan I WATCH DEATH ialah infection, withdrawal, acute metabolic, trauma, CNS disease, hypoxia, deficiencies, environmental, acute vascular, toxin, dan heavy mental.
Klasifikasi Gangguan Mental Organik
OMD atau gangguan mental organik diklasifikasikan ke dalam empat kelompok. Berikut ulasannya:
1. Delirium
Pertama, Delirium. Delirium adalah gangguan mental organik yang ditandai dengan hilangkan kesadaran seseorang.
Hal tersebut bisa disebabkan oleh racun, penyakit sistemik, trauma kepala, hipoglikemia, gangguan metabolisme, atau bisa juga karena gejala penarikan zat atau obat beracun.
2. Demensia
Kedua, ada Demensia. Demensia merupakan kondisi mental organik yang biasanya ditandai dengan perubahan kognitif. Penyebabnya beragam, mulai dari riwayat keluarga, konsumsi obat-obatan, trauma kepala, dan yang lainnya.
3. Amnestik
Sementara klasifikasi berikutnya adalah Amnestik. Amnestik mempunyai gejala berupa gangguan ingatan tunggal. Sehingga, bakal merusak pekerjaan penderitanya secara signifikan, dan bisa juga merusak fungsi sosial seseorang.
Penyebabnya juga sangat beragam, seperti gangguan alkohol dan kekurangan tiamin.
4. Epilepsi
Terakhir, Epilepsi. Epilepsi timbul karena adanya konflik antara organ-organ di dalam otak. Sehingga, menyebabkan fungsi otak yang tidak normal dan saraf berhenti meluas.
Gejala Gangguan Mental Organik
Organic mental disorder akan menimbulkan gejala yang beragam, tergantung pada area otak yang terkena masalah. Namun, berikut ini adalah beberapa gejala umum yang dianggap termasuk gejala OMD:
Masalah daya ingat, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang
Berilusi dan berhalusinasi visual
Mengalami gangguan dalam memusatkan, kesadaran, mempertahankan, hingga mengalihkan perhatian
Disorientasi, baik terhadap orang, tempat, atau waktu
Mudah bingung
Susah konsentrasi, susah memahami percakapan
Mudah cemas dan takut
Keseimbangan tubuh tidak baik (susah berdiri atau jalan)
Gangguan pada penglihatan
Agresif yang ekstrem
Biasanya, di antara kita pasti ada yang pernah mengalami satu atau dua gejala di atas, kan? Apabila hanya mengalami satu atau dua gejala di atas, dan intensitasnya tidak sering, bukan berarti Anda mengalami penyakit tersebut.
Sementara bagi para penderita gangguan mental organik, mereka akan mengalami gejala di atas secara terus-menerus. Bahkan, gejala tersebut akan bertambah parah seiring waktu.
Sehingga, akan mengganggu aktivitas sehari-hari, karena sulit merawat diri. Selain itu, OMD juga akan membuat penderita susah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan yang lain.
Oleh karena itu, apabila Anda atau ada anggota keluarga, teman, kerabat, atau yang lainnya mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya jika langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter.
Hal ini supaya mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, dan membuat penderita tetap bisa meningkatkan kualitas hidupnya.
Penanganan Gangguan Mental Organik
Dalam menangani gangguan ini, dokter spesialis saraf atau psikiater perlu melakukan diagnosis terlebih dahulu. Hal ini agar pihak dokter dapat melakukan evaluasi terhadap gangguan apa saja yang terjadi pada seseorang.
Diagnosis bisa dilakukan dengan serangkaian tes, mulai dari tes darah, kemudian elektroensefalogram, sampai dengan MRI atau CT scan.
Dalam serangkaian tes tersebut, dokter akan mendapatkan informasi seputar area otak yang terganggu.
Begitu selesai melakukan diagnosis, pihak dokter atau psikiater bakalan memberikan perawatan, sesuai dengan tingkat keparahan pasien atau jenis penyakit pasien.
Beberapa pasien mungkin hanya perlu istirahat yang cukup dan rutin meminum obat dari dokter. Namun, beberapa pasien justru membutuhkan penanganan dan perawatan yang tergolong cukup ketat.
Mulai dari rehabilitasi, terapi, dan yang lainnya. Itu artinya, penanganan masing-masing penderita gangguan mental organik memang berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahan penderita.
Demikian ulasan seputar gangguan mental organik atau OMD, mulai dari pengertian sampai dengan penanganannya. Jangan lupa untuk segera menghubungi dokter jika mengalami beberapa gejala di atas, ya.
Posting Komentar untuk "Kenali Penyebab dan Penanganan Gangguan Mental Organik"