Gejala Sakau Narkoba Heroin dan Langkah Pengobatannya

 MMeskipun sering diresepkan sebagai obat pereda nyeri, heroin merupakan zat berbahaya yang sangat berisiko bila disalahgunakan. Pengguna yang sudah kecanduan heroin biasanya akan mengalami gejala sakau narkoba (putus obat) yang cukup berat.

Banyak pengguna heroin beralih ke zat ini karena mencari efek euforia yang lebih kuat dengan harga lebih terjangkau. Sayangnya, heroin jauh lebih berbahaya karena tidak ada jaminan mengenai kandungan asli di dalamnya maupun tingkat kekuatannya.

Seputar Heroin



Heroin adalah obat opioid ilegal yang berasal dari morfin, zat alami yang diperoleh dari tanaman opium poppy. Heroin merupakan obat yang bekerja cepat, mengurangi rasa sakit, dan memberikan sensasi bahagia. 

1. Efek Heroin

Dampak konsumsi heroin menjadikan otak terasa kabur. Beberapa orang merasa terpisah dari lingkungannya dan sering mengalami kondisi "on the nod," yaitu keadaan setengah sadar. 

Jika disuntikkan ke pembuluh darah, sensasi bisa terasa dalam hitungan detik dan bertahan beberapa menit. 

Jika disuntikkan di bawah kulit atau otot, efeknya lebih lama muncul, tapi bisa bertahan hingga satu jam. Efek narkoba heroin biasanya dirasakan selama 3-5 jam. Namun, setiap orang merespons obat dengan cara yang berbeda. 

Dampak heroin ini bergantung pada faktor berat badan, kesehatan, frekuensi penggunaan, campuran dengan obat lain, dosis, kekuatan obat, dan cara penggunaan.

2. Efek Jangka Pendek Heroin

Efek langsung dari heroin meliputi euforia, mulut kering, kulit hangat dan memerah, lengan dan kaki terasa berat, mual dan muntah, gatal-gatal, kurang nafsu makan, dan pupil mengecil.

Sementara itu, penggunaan heroin jangka panjang bisa mengubah cara kerja otak dan menyebabkan seseorang mengalami gejala sakau narkoba heroin.

Penggunaan heroin terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan sehingga pengguna harus mengkonsumsinya agar tidak merasa buruk saat tidak menggunakannya.

Penggunaan heroin secara teratur dan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan:

  • Depresi

  • Pembuluh darah kolaps

  • Insomnia

  • Sembelit

  • Infeksi jantung

  • Infeksi kulit

  • Peningkatan risiko HIV dan hepatitis

  • Penyakit hati dan ginjal

  • Masalah ereksi

  • Gangguan mental

  • Penyakit paru-paru seperti pneumonia

  • Masalah menstruasi

  • Keguguran

3. Komplikasi Penggunaan Heroin

Heroin bisa menyebabkan masalah medis yang merusak otak dan tubuh. Penggunaan jangka panjang bisa membuat penggunanya kehilangan kontrol atas tindakan dan keputusan. 

Jika disuntikkan, heroin bisa menyebabkan pembuluh darah kolaps, infeksi bakteri pada pembuluh darah, katup jantung, dan abses. 

Komplikasi lainnya termasuk infeksi, kerusakan pembuluh darah dan organ, serta kekurangan oksigen di otak.

4. Ketergantungan Heroin

Heroin sangat adiktif karena cepat mencapai otak dan memicu pelepasan dopamin. Setelah penggunaan beberapa kali saja, seseorang bisa kesulitan untuk berhenti. 

Ketergantungan heroin bisa berkembang dalam 2-3 minggu penggunaan teratur. Setelah mengalami ciri sakau narkoba heroin, zat ini akan menyebabkan masalah kesehatan, kecacatan, dan masalah di rumah, kerja, atau sekolah.

Tanda overdosis termasuk kantuk berlebihan, pupil sangat kecil, kulit dingin, dan tidak sadarkan diri. Jika menduga seseorang overdosis heroin, nalokson bisa digunakan untuk membalikkan efeknya.

Apa Itu Sakau Heroin?

Penggunaan heroin yang teratur mengakibatkan otak mulai beradaptasi sehingga menyebabkan ketergantungan fisiologis. Ketergantungan ini ditandai dengan gejala penarikan atau putus obat atau sakau.

Ciri-ciri orang yang sakau narkoba heroin akan muncul ketika seseorang mencoba mengurangi atau berhenti menggunakan heroin sepenuhnya. 

Meskipun gejala penarikan heroin biasanya tidak mengancam jiwa, pengguna merasa sangat tidak nyaman dan menyakitkan sehingga banyak orang kesulitan untuk berhenti.

Gejala Sakau Narkoba Heroin

Gejala penarikan heroin jangka panjang terjadi ketika gangguan berlanjut bahkan setelah periode penarikan akut berakhir. 

Sakau heroin terjadi saat tubuh sudah terbiasa dengan obat ini dan berhenti mendadak. Gejalanya meliputi:

  • Keinginan untuk terus mengkonsumsi heroin

  • Badan gemetar

  • Kedinginan

  • Sulit tidur

  • Kelelahan

  • Nyeri otot dan tulang

  • Mual dan muntah

  • Pupil mata melebar dan mata berair

  • Diare

  • Kecemasan

  • Depresi

  • Kehilangan minat pada aktivitas harian

  • Masalah memori jangka pendek

Berapa Lama Sakau Heroin Bertahan?

Lamanya seseorang mengalami tanda sakau narkoba heroin sangat tergantung pada riwayat penggunaan, frekuensi, jumlah dosis, dan kondisi fisik secara umum. Gejala utama biasanya mereda dalam 1-2 minggu.

Gejala akut umumnya mulai dalam 6-12 jam setelah berhenti dan mencapai puncak antara 1-3 hari setelah penggunaan terakhir. Kemudian, berangsur-angsur berkurang selama seminggu.

Beberapa orang mengalami Post-Acute Withdrawal Syndrome (PAWS) yang mencakup gejala sakau berkelanjutan (terutama psikologis). Fase ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan setelah gejala akut.

Gejala akut putus zat heroin memang umumnya mereda dalam seminggu. Namun, efek jangka panjang seperti PAWS dapat berlangsung lama. 

Banyak yang mungkin kembali menggunakan heroin untuk meredakan gejala ini. Namun, setelah penarikan, toleransi terhadap opioid akan berkurang. Artinya dapat meningkatkan risiko overdosis jika pengguna kembali menggunakan setelah periode ini.

Gambaran Umum Lamanya Sakau Heroin

Berikut adalah gambaran umum tentang berapa lama gejala putus zat heroin berlangsung:

  • 6-12 jam setelah penggunaan terakhir: Gejala seperti nyeri otot dan kecemasan mulai muncul.

  • 1-2 hari: Gejala semakin parah. Anda mungkin mengalami nyeri tubuh, insomnia, diare, dan lainnya.

  • 3-5 hari: Ini sering kali menjadi puncak sakau, dengan gejala seperti mual dan muntah yang lebih parah.

  • 6-7 hari: Gejala akut mulai berkurang, tetapi gejala psikologis seperti kecemasan atau depresi mungkin masih ada.

  • Minggu hingga bulan: Beberapa orang masih mengalami perubahan suasana hati, kelelahan, dan gejala PAWS lainnya.

Cara Detoksifikasi dari Heroin

Salah satu cara mengobati gejala orang yang sedang sakau heroin adalah melalui detoksifikasi. Kompleksitas dan tantangan yang terlibat menjadikan pengawasan medis profesional melalui proses detoks menjadi sangat bermanfaat. 

Detoksifikasi menjadi langkah awal dalam perawatan yang lebih komprehensif untuk ketergantungan heroin atau gangguan penggunaan opioid. Proses ini wajib mendapat pengawasan dari tenaga medis.

Tenaga medis akan mengawasi, memberi pengobatan dan intervensi lainnya untuk mengelola dan mengurangi ketidaknyamanan gejala sakau. 

Obat-obatan seperti metadon dan buprenorfin sering diresepkan untuk membantu mengelola gejala sakau, mengurangi keinginan untuk heroin, dan mencegah kekambuhan. 

Tahap Detoksifikasi Heroin

Adapun tahap detoksifikasi heroin yaitu sebagai berikut.

1. Evaluasi Medis

Sebelum memulai proses detoks, akan dilakukan evaluasi medis menyeluruh. Penilaian ini mencakup riwayat penggunaan heroin, termasuk frekuensi, dosis, dan durasi, serta kondisi medis pengguna. 

Informasi ini membantu tenaga kesehatan merancang rencana detoks yang aman dan efektif.

2. Pengawasan Gejala Putus Obat

Pada tahap ini pasien akan mendapat pengawasan atas gejala sakau narkoba heroin.  Proses ini memungkinkan respons medis yang cepat terhadap gejala berat.

Misalnya seperti dehidrasi akut, serta pemberian obat untuk mengurangi gejala putus zat dan mengendalikan keinginan kuat mengonsumsi heroin kembali.

3. Dukungan dan Konseling

Gejala fisik awal mungkin mereda dalam waktu seminggu, tetapi gejala psikologis sering kali berlanjut. 

Terapi perilaku kognitif (CBT) membantu pasien mengenali dan menghindari pemicu yang dapat menyebabkan kambuh. Terapi kelompok juga memberikan dukungan emosional melalui pengalaman bersama.

Cara Berhenti Menggunakan Heroin

Setelah berhasil detoksifikasi, seseorang dapat melanjutkan perawatan untuk gangguan penggunaan opioid. 

Perawatan yang berkelanjutan dapat membantu mengelola aspek perilaku dan psikologis dari penyalahgunaan heroin dan narkoba.  

Proses ini melibatkan terapi perilaku seperti terapi kognitif-perilaku untuk mengembangkan keterampilan koping yang sehat dan mengubah cara berpikir tentang penggunaan zat.

Demikian sejumlah hal penting mengenai gejala sakau narkoba heroin. Semoga dapat menambah pemahaman yang berharga dan membantu orang-orang yang ketergantungan narkoba segera berhenti.

Posting Komentar untuk "Gejala Sakau Narkoba Heroin dan Langkah Pengobatannya"