Bagaimana Penularan HIV AIDS dari Narkoba? Ini Penjelasannya
Penularan HIV AIDS dari narkoba harus menjadi perhatian tersendiri bagi banyak pihak. Karena konsumsi obat-obatan terlarang pada faktanya menjadi salah satu faktor terbesar seseorang terkena infeksi HIV.
Hanya saja, selama ini masih cukup banyak orang yang belum memahami apa hubungan antara narkoba dan HIV/AIDS. Kaitan antara kedua hal ini sebenarnya sudah menjadi concern yang besar di Amerika Serikat.
Pada tahun 2016, ada 183.359 orang penderita AIDS karena tertular jarum suntik yang tidak steril. Salah satu unsur yang menyebabkan jarum tidak steril itu adalah pecandu narkoba.
Memahami HIV AIDS dan Narkoba
Sebelumnya, penting untuk dipahami bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang secara khusus menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.
Manusia akan kehilangan kemampuannya untuk melawan serangan penyakit dan infeksi. Sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi saat HIV sudah berada di tahap paling akhir atau infeksi puncak.
Tubuh manusia benar-benar tidak bisa melawan infeksi yang menyerang tubuh. Kemudian narkoba adalah jenis obat-obatan yang bisa mengubah fisik dan mental seseorang.
Obat-obatan tersebut bisa mempengaruhi indera, perilaku, perasaan, kerja otak, dan pemahaman seseorang. Seseorang yang mengonsumsi narkoba akan mengalami penurunan kesadaran, kecanduan, dan bahkan mendapatkan efek halusinasi.
Penularan HIV AIDS dari Narkoba
Salah satu cara penularan HIV/AIDS adalah melalui jarum suntik. Misalnya, ketika darah orang yang menderita HIV/AIDS tertinggal pada jarum tersebut, maka ia bisa menularkannya ke orang lain.
Nah, ketika jarum tersebut digunakan oleh korban penyalahgunaan narkoba untuk menyuntikkan obat terlarang, maka ketika ia memiliki HIV/AIDS, mereka akan menularkannya pada orang lain.
Penularan akan langsung terjadi ketika ada orang yang menggunakan jarum yang sama tanpa melalui proses sterilisasi terlebih dahulu. Selain itu, resiko penularan HIV AIDS dari narkoba lebih tinggi 3 kali daripada melalui hubungan seks.
Hal Ini seperti yang tertulis dalam laporan UNODC World Drug, ada lebih dari 11 juta orang korban penyalahgunaan narkoba dengan cara suntik. Nah, 1,4 juta dari orang tersebut terinfeksi oleh HIV/AIDS.
Bahkan secara global, badan UNAIDS menyatakan narkoba berkontribusi 10% kasus HIV baru. Selain lewat jarum suntik, penularan HIV AIDS dari narkoba juga bisa terjadi karena beberapa kondisi, seperti:
Melarutkan obat-obatan dengan air yang terkontaminasi virus HIV sebelumnya.
Menggunakan wadah, sendok, atau tutup botol bekas yang sebelumnya sudah terpapar virus HIV.
dan menggunakan filter rokok bekas atau kapas yang sebelumnya sudah terpapar virus HIV.
Penderita HIV di Indonesia secara umum merupakan akibat dari 2 (dua) hal, yaitu hubungan seksual tanpa pelindung dan banyak pasangan, dan penggunaan jarum suntik di kalangan para korban penyalahgunaan.
Jenis Narkoba yang Bisa Berhubungan dengan HIV/AIDS
Secara umum, ada 2 (dua) jenis obat-obatan yang kaitannya erat sekali dengan penularan HIV. Pertama adalah Kokain dan yang kedua adalah Methamphetamine.
Kokain adalah obat-obatan yang umumnya bisa dikonsumsi dengan cara dilarutkan atau dihisap.
Nantinya, korban penyalahgunaan akan menyuntikkan kokain ke dalam pembuluh darah dan efek yang muncul adalah kecanduan.
Tidak jarang, banyak korban penyalahgunaan yang pada akhirnya melakukan berbagai cara agar tetap bisa mengonsumsi kokain.
Penularan HIV bisa terjadi karena pemakaian suntikan kokain atau efek kokain yang mendorong seks bebas.
Sementara itu, Methamphetamine adalah obat yang membuat pengonsumsinya cenderung punya anus dan kulit kelamin kering.
Ketika ini terjadi, maka rawan luka lecet ketika berhubungan seksual.
Methamphetamine menyebabkan kecanduan dan mendorong aktivitas seks bebas dengan tidak menggunakan kondom. Padahal, luka yang ada di area kelamin bisa menjadi pintu masuk virus HIV yang bisa menyerang tubuh.
7 Cara Menghindari Narkoba
Bahaya narkoba memang sangat besar bahkan bisa berpotensi mengarahkan ke resiko kesehatan lainnya seperti HIV/AIDS. Oleh karena itu, penting untuk menghindari narkoba. Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
1. Kelola Stress dengan Baik
Stress memang bukan masalah yang sepele dan jika Anda biarkan, stress bisa mengarah ke perilaku yang salah seperti terjerumus narkoba. Ini karena narkoba bisa memberikan efek menenangkan sehingga stress terasa hilang.
Padahal, efek ini hanya sementara dan justru akan ada banyak sekali dampak negatif untuk kesehatan karena narkoba. Oleh karena itu, sebaiknya kelola stress dengan baik dan jangan sampai mendekati narkoba untuk melepas stress.
Apalagi ada banyak sekali kegiatan positif yang bisa Anda lakukan untuk melepaskan stress. Seperti menjalani hobi, berolahraga, bertemu teman, pergi ke alam terbuka, dan lain sebagainya.
2. Hati-hati dengan Ajakan Teman
Tips ini khususnya akan sangat penting untuk generasi muda. Selama ini banyak yang pada akhirnya terjerumus ke narkoba karena ajakan teman. Padahal, teman tidak selamanya baik dan bisa saja justru akan menjerumuskan kita.
Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk menolak ajakan teman ketika mereka mengajak ke hal-hal yang negatif seperti narkoba. Bahkan bila perlu bisa melaporkannya ke orang tua atau teman lainnya.
3. Berolahraga dan Terapkan Gaya Hidup yang Sehat
Olahraga adalah salah satu cara yang efektif untuk mencegah seseorang terjerat dari bahaya narkoba. Karena tubuh akan menjadi sehat dan menghasilkan hormon endorfin, adrenalin, maupun dopamin.
Rangkaian hormon ini akan menghasilkan perasaan percaya diri, bahagia, dan menurunkan tingkat stress maupun kecemasan. Selain itu, imbangi juga dengan gaya hidup yang sehat seperti makan makanan bergizi dan tidur dengan cukup.
Ketika badan dan pikiran sehat, maka Anda bisa lebih terhindar dari jeratan obat-obatan terlarang.
4. Minta Bantuan Ahli
Selama ini banyak orang yang terjerat narkoba karena menjadikan narkoba sebagai jalan untuk lari dari masalah. Seperti misalnya merasa depresi, kemudian mencari narkoba untuk menimbulkan rasa senang atau tenang.
Agar hal ini tidak terjadi, maka sebisa mungkin segera cari bantuan ahli seperti psikiater atau psikolog jika Anda sudah merasa berat dalam menghadapi masalah. Sebab, hal ini sangat penting agar tidak sampai terjerumus narkoba.
5. Tingkatkan Rasa Percaya Diri
Banyak kasus korban penyalahgunaan narkoba yang terjadi karena mereka merasa kurang percaya diri. Selain itu, mereka juga merasa tidak berguna dan tidak puas atau bahagia dengan kehidupan yang mereka jalani.
Oleh karena itu, selalu tingkatkan rasa percaya diri Anda. Tanamkan bahwa pada dasarnya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Rasa bahagia tidak harus Anda dapatkan dengan cara yang merusak diri seperti narkoba.
6. Pahami Bahaya dan Resiko Narkoba
Terakhir, pahami bahwa ada banyak sekali bahaya dan resiko narkoba yang bisa membahayakan kesehatan. Tidak hanya kesehatan, tapi juga untuk seluruh aspek kehidupan.
Mulai dari kecanduan, depresi, hidup yang tidak teratur, sulit mengontrol emosi, hubungan sosial yang rusak, bahkan sampai dengan kematian. Para korban penyalahgunaan narkoba juga cenderung kesulitan untuk bersosialisasi.
Hal ini berdampak pada keharmonisan dengan pasangan, keluarga, dan orang-orang sekitar. Oleh karena itu, pahami hal ini dan jangan sampai berpikir untuk mencobanya.

Posting Komentar untuk "Bagaimana Penularan HIV AIDS dari Narkoba? Ini Penjelasannya"