Bahaya Heroin bagi Kesehatan yang Wajib Diketahui

 Bahaya heroin termasuk salah satu yang paling serius di antara berbagai jenis narkoba. Zat ini dikenal sangat merusak karena dampaknya tidak hanya pada tubuh, tetapi juga pikiran dan kehidupan secara keseluruhan, bahkan sering kali berakhir dengan kematian.

Heroin termasuk opioid yang sangat adiktif. Begitu masuk ke dalam tubuh, zat ini langsung menciptakan gelombang euforia kuat yang membuat penggunanya merasa sangat bahagia dan rileks dalam waktu singkat. Namun, sensasi menyenangkan itu hanya sementara. Tak lama kemudian, muncul dorongan sangat kuat untuk memakai lagi demi merasakan efek yang sama.

Kondisi inilah yang membuat ketergantungan heroin begitu sulit diatasi. Hampir semua pengguna merasa sulit mengendalikan diri, sehingga pemulihan dari kecanduan heroin menjadi proses yang panjang dan penuh tantangan.

Bahaya Heroin bagi Kesehatan yang Wajib Diketahui


Mengenali dampak berbahaya dari heroin dapat membantu upaya pencegahan dan pemulihan. Simak lebih lanjut apa saja dampak buruk penyalahgunaan heroin.

Mengenal Heroin

Heroin adalah narkoba jenis opioid yang sifatnya sangat adiktif. Bahan baku heroin merupakan turunan dari morphine, sejenis alkaloid opiat yang diekstrak dari bunga opium poppy.

Umumnya, jenis narkoba ini berupa bubuk warna putih atau coklat. Namun, bisa juga berupa substansi lengket berwarna hitam.

Penyalahgunaan heroin biasanya dilakukan dengan disuntik, dihirup, atau dibuat rokok. Setelah penggunaan, heroin segera memasuki aliran darah sehingga efeknya langsung terasa.

Korban penyalahguna biasanya memakai heroin karena efek euforia yang dihasilkan. Penggunaan heroin juga dapat mengurangi rasa sakit dan memicu relaksasi.

Heroin termasuk zat narkotika golongan I, yang mana berarti berisiko tinggi menyebabkan ketergantungan.

Bahaya Heroin bagi Kesehatan

Penyalahgunaan heroin dapat mengarah pada timbulnya berbagai efek jangka pendek dan jangka panjang pada tubuh. Efek yang muncul akibat heroin bisa berbeda antara satu individu dengan yang lain. 

Hal tersebut karena terdapat sejumlah faktor yang ikut berpengaruh, seperti dosis penggunaan, lama penggunaan, dan penggunaan bersama substansi lain. Berikut berbagai risiko bahaya heroin:

1. Efek Jangka Pendek Heroin

Heroin langsung menimbulkan efek dalam hitungan detik setelah penggunaan dan dapat bertahan hingga 10 - 15 menit. Efek heroin meliputi perasaan senang (euforia) dan berkurangnya rasa sakit.

Penyalahguna juga dapat merasakan sensasi mabuk dan berbagai efek berikut:

  • Euforia

  • Mulut kering

  • Sensasi panas pada kulit

  • Lengan dan kaki terasa berat

  • Sakit perut dan muntah

  • Gatal

  • Hilangnya rasa lapar

  • Meredakan sakit

  • Pupil mengecil

  • Ketertarikan seksual hilang

Terkadang, heroin juga dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Mual

  • Detak jantung lambat

  • Napas lambat

  • Penurunan fungsi mental

  • Mengantuk

  • Kondisi yang silih berganti antara bangun dan tidur

2. Efek Jangka Panjang Heroin

Penyalahgunaan heroin yang berlanjut dalam kurun waktu lama bisa menyebabkan berbagai dampak jangka panjang pada kesehatan fisik dan mental.

Termasuk juga sebagai bahaya heroin adalah berkembangnya toleransi dan ketergantungan. 

Hal tersebut karena penggunaan heroin dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional otak. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan kimiawi dan hormon dalam otak, yang mana dapat mengarah pada berbagai gangguan.

Berikut beberapa efek jangka panjang dari penyalahgunaan heroin:

  • Insomnia

  • Konstipasi berat dan krinis

  • Perasaan sedih yang ekstrim

  • Pembuluh darah kolaps

  • Pembuluh darah tersumbat

  • Lubang pada saluran rongga hidung atau jenis kerusakan jaringan hidung lain

  • Abses (berkaitan dengan penggunaan jarum suntik yang tidak steril)

  • Infeksi pada lapisan dan katup jantung (berkaitan dengan penggunaan jarum suntik yang tidak steril)

  • Peningkatan risiko pneumonia dan infeksi paru-paru lainnya

  • Gejala asma atau bertambah buruknya asma

  • Siklus menstruasi tidak beraturan pada wanita

  • Disfungsi seksual pada pria

  • Kambuhnya masalah kesehatan mental, seperti depresi

  • Ketergantungan

  • Risiko lebih tinggi terkena HIV, hepatitis B, dan hepatitis C

  • Penyakit hati dan ginjal

  • Kesulitan membuat keputusan

  • Kesulitan mengelola stress

  • Kontrol impuls yang tidak sehat

  • Kerusakan otak, koma, hingga kematian akibat overdosis

3. Overdosis Heroin

Overdosis dapat terjadi ketika penyalahgunaan memakai dosis tinggi melebihi kemampuan tubuh, sehingga menimbulkan reaksi yang membahayakan.

Pemakaian dengan dosis tinggi dapat mengakibatkan detak jantung dan pernapasan menjadi sangat lambat. Karena kondisi tersebut, individu bisa mengalami penurunan suplai oksigen yang dikirimkan ke organ tubuh.

Apabila berlangsung cukup lama, maka kekurangan oksigen dapat berakibat fatal.

Supaya bisa segera mendapatkan penanganan, penting untuk mengenali tanda-tanda overdosis. Berikut gejalanya:

  • Kantuk berat

  • Pupil yang mengecil dan tidak merespon cahaya

  • Kulit pucat dan dingin

  • Tekanan darah rendah

  • Detak jantung lambat atau tidak beraturan

  • Hilang kesadaran

  • Tidak bernapas

4. Ketergantungan Heroin

Termasuk juga sebagai bahaya heroin yaitu terjadinya ketergantungan. Risiko ini dihadapi oleh semua korban penyalahguna, terlepas dari bagaimana cara pemakaian.

Heroin memicu pelepasan dopamine, senyawa yang merangsang perasaan senang. Alhasil, penyalahguna lebih mudah mengalami ketergantungan. Karena setelah menggunakan satu atau dua kali, penyalahguna akan kesulitan untuk berhenti.

Padahal, ketergantungan bisa mengarah pada berbagai masalah kesehatan dan dampak merugikan pada kehidupan. 

Berikut beberapa dampak heroin bagi kesehatan akibat ketergantungan:

  • Penyakit hati

  • Penyakit kulit dan abses di sekitar area injeksi

  • Pneumonia krinis

  • Fungsi mental yang mengalami penurunan

  • Pembuluh darah terluka, hingga kolaps

  • Penggumpalan darah yang dapat mengarah ke stroke, emboli paru-paru, dan serangan jantung

  • Penyakit ginjal

  • Penurunan fungsi sistem pernapasan

  • Risiko mengalami penyakit kronis

  • Septicemia

  • Kejang-kejang

  • Overdosis

Ketergantungan juga bisa menimbulkan berbagai masalah signifikan lain, seperti ketidakmampuan menjalankan tugas, pekerjaan terhambat, dan mengalami masalah dalam hubungan.

Individu dengan ketergantungan juga sering kali mengalami kesulitan keuangan.

Efek Berbahaya Heroin Berdasarkan Metode Penggunaan

Bahaya narkoba bagi tubuh dapat memunculkan gejala yang berbeda-beda. Salah satu faktor yang mempengaruhi jenis efek heroin dan tingkatnya, yaitu metode penggunaan.

Secara umum, penggunaan dengan disuntik dan dibuat rokok menimbulkan efek dengan paling cepat dan meningkatkan risiko overdosis. Mari simak penjelasannya berikut:

1. Menyuntikkan Heroin

Menyuntikkan heroin dalam bentuk larutan merupakan salah satu metode yang paling cepat membuat obat mencapai otak. Metode ini berpotensi mengakibatkan berbagai dampak berikut:

  • Abses

  • Infeksi bakteri yang mempengaruhi pembuluh darah, katup jantung, atau lapisan jantung

  • Selulitis (infeksi kulit)

  • Pembuluh darah tersumbat akibat adanya campuran dalam heroin

  • Otot kaku

  • Kerusakan jaringan akibat bakteri 

  • Osteomyelitis (infeksi pada tulang)

  • Pita suara lumpuh

  • Pembuluh darah terluka dan kolap

  • Infeksi tetanus

  • Risiko lebih tinggi terinfeksi penyakit menular seperti hepatitis C, hepatitis B, dan HIV

  • Risiko lebih tinggi mengalami ketergantungan

  • Komplikasi pernapasan

2. Merokok Heroin

Meskipun merokok heroin dianggap tidak terlalu berisiko seperti metode injeksi (suntik), terdapat beberapa dampak negatif yang mengancam. Berikut beberapa di antaranya:

  • Risiko lebih tinggi mengalami ketergantungan karena efek penggunaan timbul lebih cepat.

  • Masalah pernapasan, seperti sulit bernapas, napas bersuara, napas pendek, risiko lebih tinggi terkena infeksi dan berbagai penyakit paru-paru.

  • Penyalahgunaan dengan cara merokok heroin yang berkepanjangan berkaitan dengan leukoensefalopati toksik, yaitu kerusakan otak yang berlangsung secara bertahap dan berpotensi fatal.

3. Menghirup Heroin

Menghirup heroin melalui hidung maupun mulut juga dapat menimbulkan efek dengan cukup cepat. Metode ini berisiko menyebabkan berbagai dampak berikut:

  • Risiko lebih tinggi tertulas hepatitis C

  • Peningkatan risiko jamur pada sinus

  • Iritasi atau kerusakan jaringan hidung 

  • Kerusakan atau kematian jaringan pada sinus atau langit-langit rongga hidung

Itulah berbagai bahaya heroin yang mengintai korban penyalahguna. Selain efek yang merugikan kesehatan, korban penyalahguna juga berisiko mengalami gejala sakau saat berhenti memakai. Sehingga penghentian penggunaan biasanya perlu bantuan medis.

Posting Komentar untuk "Bahaya Heroin bagi Kesehatan yang Wajib Diketahui"