Waspadai Bahaya LSD, Narkotika Jenis Halusinogen!
Meski umumnya tidak memicu ketergantungan, masyarakat tetap harus waspadai bahaya LSD. Anda tidak salah, LSD tetap saja dapat memicu efek berbahaya tidak peduli berapapun dosisnya.
Bahkan, narkotika jenis halusinogen ini bahkan sudah banyak terpakai oleh beberapa selebriti, baik lokal dan mancanegara. Obat ini terkenal sebagai obat rekreasi yang dapat mengubah suasana hati.
Nyatanya, LSD memiliki efek samping cukup berbahaya dan berbeda-beda bergantung dari frekuensi pemakaian. Salah satunya sensasi tubuh dan persepsi pada kenyataan menjadi kacau, menghasilkan halusinasi.
Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai keberadaan LSD dan juga bahayanya. Artikel ini akan menjelaskan alasan Anda wajib menghindari obat atau lebih tepatnya zat ini. Untuk mendeteksi penggunaan zat ini, Anda dapat melakukan tes narkoba sesuai prosedur medis.
Apa Itu LSD?
Seperti yang terungkap sebelumnya, LSD atau singkatan dari Lysergic Acid Diethylamide merupakan zat atau narkotika jenis halusinogen. Lebih spesifiknya, obat ini tergolong dalam kelompok psikedelik.
Zat ini umumnya terbuat dari jamur kering yang awalnya menempel pada gandum atau biji-bijian. Jamur ini kemudian diambil sari dalam bentuk asam lysergic sebagai bahan baku LSD.
LSD memiliki cukup banyak julukan atau nama pasar. Misalnya acid, sugar cubes, dots, dan microdot. Sementara di Indonesia, obat ini juga memiliki julukan atau sebutan seperti kertas dewa dan prangko.
Alasan mengapa di Indonesia obat ini terkenal dengan nama perangko karena bentuknya yang begitu mirip. Benar, zat ini hadir dalam bentuk kertas yang mirip perangko dengan variasi warna atau gambar.
Sebagai obat golongan psikedelik dan bersifat halusinogen, LSD mampu memicu penggunanya mengalami perubahan suasana hati. Bahkan, obat ini juga bisa memicu halusinasi, di mana ia akan menganggap sesuatu yang tak nyata sebagai nyata.
Asal-Usul LSD
LSD pertama kali muncul pada tahun 1938. Awalnya, obat ini berasal dari hasil sintesis oleh Albert Hofmann, sosok ahli kimia asal Swiss. Tujuan utama ia menemukan obat ini untuk mengobati gejala depresi pernapasan.
Pada tahun 1943, Hoffman mendapati sifat halusinogen dari obat ini secara tidak sengaja. Saat itu, ia mendapati efek samping berupa munculnya imajinasi dan mimpi dalam pikiran seseorang.
Sejak saat itu, LSD banyak terpakai dalam dunia penelitian, lebih tepatnya pada bidang pengobatan dan psikoanalisis. Tidak hanya itu, zat ini juga berguna sebagai sebuah obat bius.
Akan tetapi, LSD sudah semakin marak di kalangan anak muda, khususnya subkultur hippie, pada sekitar tahun 1960-an. Ironisnya, mereka menggunakan zat tersebut sebagai bentuk rekreasi, begitu pula dengan meditasi.
Konsekuensinya, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan larangan LSD di kalangan masyarakat pada tahun 1970. Alhasil, popularitas zat ini di kalangan anak muda terjun bebas.
Bukan tanpa alasan, bahaya LSD tentu akan berdampak tubuh bagi kesehatan fisik dan mental. Tidak mengherankan pemerintah Amerika Serikat bergerak agar penyebarannya tidak semakin marak. Selain LSD, terdapat zat lain seperti flakka yang efeknya tak kalah mengkhawatirkan.
Hukum LSD di Indonesia
Setelah pelarangannya di Amerika Serikat, berbagai negara lain, termasuk Indonesia, juga melarang peredaran dan pemakaian LSD. Distribusi, produksi, dan kepemilikan obat ini akan membuat pelakunya mendapat hukuman pidana.
Di Indonesia sendiri, LSD tergolong sebagai Narkotika Golongan I dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Berdasarkan dasar hukum tersebut, pemilik LSD bisa mendapatkan hukuman penjara selama 4-12 tahun dan denda Rp800 juta-8 miliar. Sementara pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusi bisa mendapatkan hukuman seumur hidup atau hukuman mati.
Lebih buruk lagi, pelaku akan mendapatkan catatan kriminal yang berdampak pada prospek pekerjaan masa depan. Ini akan menghasilkan stigma sosial yang mengakibatkan memburuknya hubungan personal.
Cara Kerja LSD
Mengingat asal-usul dan pemicu pelarangannya, sudah pasti Anda sadar untuk waspadai bahaya LSD. Lantas, bagaimana cara kerjanya sehingga bisa memicu efek berbahaya?
Saat terkonsumsi, LSD akan mengaktifkan reseptor serotonin untuk merangsang produksi serotonin dalam bagian korteks pada otak. Reseptor ini lalu akan menafsirkan dan memvisualisasikan dunia nyata pagi penggunanya.
Hasil produksi serotonin tambahan ini kemudian akan memicu proses rangsangan lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, stimulasi berlebih seperti ini akan memicu perubahan dalam persepsi, fokus, emosi, dan juga pikiran.
Hasil stimulasi ini menghasilkan sebuah halusinasi. Seperti yang sudah Anda ketahui, halusinasi adalah hal visual yang terbuat dari pikiran dan seakan-akan seperti nyata.
Sementara itu, LSD menyebabkan perubahan suasana hati pengguna yang bervariasi. Mulai dari euforia, kedamaian, kebingungan, kecemasan, sampai keputusasaan. Halusinasi ini dapat terjadi kurang lebih 6-12 jam.
Bahkan, zat ini juga bisa memicu berbagai perubahan persepsi, terutama terkait dengan panca indra. Dengan demikian, efek tersebut sering sekali berpengaruh pada penglihatan dan sentuhan.
Waspadai Bahaya LSD! Berikut Efek Sampingnya!
Dari pengertian, asal-usul, dan cara kerjanya, Anda menyadari betapa seriusnya bahaya LSD. Bahaya zat ini kemudian terbagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut:
1. Efek LSD pada Otak
Berdasarkan cara kerjanya, Anda sudah memahami LSD berdampak pada produksi serotonin. Pasalnya, zat ini sangat cukup mirip dengan serotonin secara struktur kimiawi.
Maka dari itu, berikut adalah efek LSD yang berbahaya bagi otak:
Perubahan mood secara drastis
Halusinasi
Kesulitan berkonsentrasi dan kebingungan
Ketiga efek tersebut mungkin bahayanya tidak begitu parah. Namun, terdapat satu lagi efek yang paling berbahaya sekaligus berdampak pada persepsi, yakni bad trip.
Bad trip merupakan situasi di mana pengguna LSD mengalami kepanikan akibat menyaksikan atau mendengar berbagai hal mengerikan. Bahkan, bad trip juga bisa memicu self-harm. Mengerikannya lagi, bad trip tidak dapat berhenti saat sekali terjadi.
2. Efek LSD setelah Penggunaan bagi Tubuh
Salah satu alasan mengapa Anda harus waspadai bahaya LSD adalah efek samping yang merugikan bagi tubuh. Berikut adalah beberapa bahayanya baik secara fisik dan mental:
Sakit kepala
Mual
Detak jantung tak teratur
Kepanasan
Kelelahan
Nyeri otot
Keringat dingin
Menggigil
Bernapas lebih cepat
Insomnia
Depresi
3. Bahaya Overdosis LSD
Jika sampai overdosis akibat pemakaian jangka panjang dan dosis tinggi, efek narkoba LSD dapat jauh lebih berbahaya. Berikut adalah berbagai bahaya yang patut Anda perhatikan:
Panik berlebihan
Muncul gagasan yang tidak biasa dan tidak masuk akal
Kejang
Bad trip lebih intens dengan durasi lama
Paranoia yang tak wajar dan berkepanjangan
Perilaku lebih berisiko yang dapat memicu cedera dan bahkan kematian
Bagaimana Jika Sudah Ketergantungan LSD?
Lalu ,bagaimana cara mengatasi orang yang sudah mengalami ketergantungan LSD? Parahnya, banyak pihak justru mengabaikan pengguna LSD, apalagi jika sudah sakau.
Opsi utama untuk membantu pengguna LSD yang ketergantungan adalah membawanya untuk rehabilitasi. Spesifiknya, mereka harus melalui program detoksifikasi agar lebih mudah mencegah kekambuhan.
Kebanyakan tenaga medis merekomendasikan rawat inap sebagai pilihan terbaik dalam program detoksifikasi. Sebab, tim medis profesional akan lebih mudah mengawasi secara ketat agar pengguna LSD dapat mengontrol gejala sakau.
Anda sudah sadar mengapa harus waspadai bahaya LSD. Jika orang terdekat menggunakan zat ini dan bahkan sampai ketergantungan, segera cari dukungan profesional untuk membantu agar dapat bebas narkoba.
Posting Komentar untuk "Waspadai Bahaya LSD, Narkotika Jenis Halusinogen!"