Efek Mengerikan Penggunaan Flakka bagi Tubuh, Wajib Tahu

 Terdapat banyak efek mengerikan penggunaan flakka bagi tubuh yang penting untuk diketahui. Terlebih lagi, beberapa tahun belakangan narkoba jenis flakka mulai masuk ke Indonesia.

Flakka dikenal juga sebagai narkoba zombie (zombie drug). Jenis narkoba ini terkenal mirip dengan kokain, tapi lebih murah. Namun, efeknya justru berkali-kali lipat lebih berbahaya.

Mari kenali apa saja efek penggunaan flakka.

Mengenal Flakka

Flakka merupakan suatu jenis street drug (narkoba rekreatif) yang berasal dari South Florida. Flakka juga termasuk salah satu obat sintetik yang sempat booming.

Obat sintetik sendiri merupakan substansi buatan yang menghasilkan efek serupa dengan obat-obatan terlarang seperti ganja dan kokain.

Kandungan utama dari flakka drug adalah alpha-PVP, bentuk sintetik dari stimulan seperti amphetamine dalam kelas cathinone. Bentuk flakka seperti kristal sehingga mendapat julukan sebagai gravel.

Efek Mengerikan Penggunaan Flakka bagi Tubuh, Wajib Tahu

Flakka merupakan stimulan yang sangat kuat. Bahkan, efeknya bisa 10 kali lebih kuat daripada kokain. Selain itu, penggunaan flakka juga membawa risiko lebih tinggi terjadinya ketergantungan.

Menimbang efek mengerikan penggunaan flakka bagi tubuh, produksi dan peredaran flakka sudah dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 2014. Larangan tersebut diikuti oleh 20 negara lainnya.

Indonesia juga melarang peredaran flakka dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2012. Di dalam peraturan tersebut, alpha-PVP (yang lebih dikenal dengan nama jalan flakka) secara tegas dilarang peredarannya karena termasuk narkotika golongan I yang sangat berbahaya. Selain flakka, zat berbahaya lain seperti LSD yang bersifat halusinogen kuat, juga memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental, termasuk risiko gangguan psikosis dan kondisi kejiwaan jangka panjang..

Efek Mengerikan Penggunaan Flakka bagi Tubuh

Flakka biasanya dihisap, ditelan, disuntik, diasap, atau ditelan. Penggunaan bisa juga dengan perangkat rokok elektrik. Namun, tidak ada cara penggunaan yang aman untuk narkoba jenis flakka.

Flakka narkoba zombie merupakan substansi psikoaktif yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Penggunaannya bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang yang dapat berpengaruh pada kesehatan.

1. Efek Jangka Pendek Flakka

Seperti stimulan lain, penggunaan flakka menyebabkan peningkatan kadar dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan pusat kesenangan dalam otak.

Maka dari itu, penggunaan flakka bisa segera menimbulkan euforia atau sensasi kesenangan. Selain itu, penggunaan flakka bisa menyebabkan beberapa efek berikut:

  • Detak jantung cepat dan palpitasi

  • Peningkatan tekanan darah

  • Peningkatan kewaspadaan

  • Perilaku agresif

  • Kekerasan

  • Hiperaktivitas 

  • Halusinasi

  • Paranoia 

Ketika kadar flakka dalam tubuh mulai menurun, pengguna sering mengalami penurunan drastis yang ditandai dengan kelelahan ekstrem dan perasaan depresi mendalam. Kondisi ini biasanya memicu dorongan kuat untuk menggunakan kembali zat tersebut guna meredakan gejala tidak nyaman, sehingga menciptakan lingkaran setan penyalahgunaan yang sulit diputus.

2. Efek Jangka Panjang Flakka

Mengutip dari Drug Abuse, efek narkoba flakka jangka panjang belum dipublikasikan. Hal ini karena flakka termasuk salah satu obat sintetik terbaru sehingga penelitian terkait obat ini belum banyak.

Meskipun demikian, penelitian telah menunjukkan bahwa flakka bisa sangat beracun bagi ginjal dan berpotensi menyebabkan gagal ginjal. 

Efek penggunaan jangka panjang juga meliputi timbulnya gangguan kesehatan mental seperti depresi. 

Selain itu, penggunaan jangka panjang berisiko mengakibatkan kerusakan organ, stroke, dan serangan jantung.

Tanda-tanda Penyalahgunaan Flakka

Flakka terkenal mampu menghasilkan berbagai gejala dengan tingkat yang berbeda-beda. 

Gejala penyalahgunaan narkoba ini juga dapat meliputi gejala fisik, perilaku, kognitif, hingga psikososial.

Berikut beberapa gejala yang menandakan penyalahgunaan flakka:

1. Gejala Fisik

Penggunaan flakka dapat menimbulkan gejala fisik seperti berikut:

  • Detak jantung cepat dan tidak beraturan

  • Peningkatan tekanan darah

  • Hipertermia (peningkatan suhu tubuh ekstrim)

  • Kerusakan dan patahnya serabut otot, yang mana mengarah pada kelemahan otot dan keletihan

  • Peningkatan energi dan kekuatan akibat efek stimulan

  • Penglihatan kabur

  • Berkeringan berlebihan dan dehidrasi

  • Mual dan muntah

  • Kejang-kejang

2. Gejala Perilaku

Selain gejala fisik, flakka dapat menyebabkan beberapa gejala perilaku. Berikut di antaranya:

  • Hiperstimulasi, peningkatan energi dan aktivitas

  • Tindakan impulsif dan berbahaya

  • Pola perilaku yang tidak terprediksi

  • Bertindak agresif dan melakukan kekerasan tanpa sebab jelas

  • Perasaan tidak tenang dan mudah marah

3. Gejala Kognitif

Flakka juga bisa menimbulkan gejala kognitif, seperti:

  • Paranoia intens serta delusi

  • Kewaspadaan berlebihan

  • Gangguan penilaian dan pembuatan keputusan

  • Disorientasi dan sensasi terlepas dari realita

  • Delusi yang terasa jelas

  • Delirium 

4. Gejala Psikososial

Penyalahgunaan flakka juga dapat mengakibatkan gejala psikososial seperti:

  • Perubahan suasana hati yang terus berganti-ganti secara ekstrim

  • Perasaan marah yang dapat mengarah pada terjadinya konflik

Risiko Efek Berbahaya dan Overdosis

Individu yang menggunakan flakka dapat menunjukkan perilaku berbahaya atau aneh. Salah satu contohnya yaitu berandai mendapatkan kekuatan super sehingga membutuhkan beberapa orang untuk dapat menahannya.

Penggunaan juga dapat menyebabkan halusinasi atau delusi yang mengganggu dan mengerikan. 

Penyalahguna flakka bisa merasa seseorang sedang mengejar atau mencoba membunuh mereka. Bahkan ada pula kasus terdokumentasi individu melukai atau membunuh orang lain saat mabuk flakka.

Individu penyalahguna juga bisa menyakiti diri sendiri atau melakukan bunuh diri.

Efek penggunaan flakka bisa sangat kuat dan membawa risiko bahaya langsung, termasuk akibat gejala fisik.

Mengutip dari The Best Treatment, penggunaan flakka dengan dosis tinggi bisa mengarah pada suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Suhu tinggi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak dan jantung.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa flakka setidaknya 10 kali lebih kuat daripada kokain. Saking kuatnya, penggunaan lebih dari 0,1 gram flakka bisa mengakibatkan overdosis.

Individu yang menyalahgunakan flakka memiliki risiko tinggi mengalami overdosis yang berbahaya. Berikut beberapa gejala overdosis flakka:

  • Peningkatan kekuatan secara dramatis

  • Tidak dapat merasakan sakit

  • Perubahan cara bicara

  • Paranoia ekstrim

  • Perilaku agresif

  • Perilaku yang tidak terkendali

  • Halusinasi yang mengganggu atau tentang kekerasan

  • Berkeringat atau merasa gerah karena peningkatan suhu tubuh

Ketergantungan Flakka

Tidak menghadapi hanya risiko berbagai efek mengerikan penggunaan flakka bagi tubuh, penyalahgunaan yang berlangsung lama dapat mengarah pada ketergantungan.

Kasus ketergantungan zombie drug bahkan menjadi kian mengkhawatirkan di berbagai negara. Padahal penggunaan flakka juga membawa risiko tinggi overdosis dan ketergantungan.

Kian populernya penggunaan flakka tidak terlepas dari harganya yang lebih murah daripada narkoba jenis stimulan lain. 

Selain itu, durasi efek flakka umumnya jauh lebih panjang dibandingkan kokain. Efek kokain biasanya hanya bertahan sekitar 15–30 menit, bahkan kadang lebih singkat. Sementara itu, pengaruh flakka bisa berlangsung antara 3 hingga 5 jam, tergantung dosis dan cara penggunaannya.

Pada dosis rendah, flakka sering memberikan rasa euforia yang kuat serta lonjakan energi dan semangat. Hal ini kerap mendorong pengguna untuk mengonsumsi ulang secara berulang-ulang demi menjaga sensasi tersebut tetap terasa.

Seiring waktu, individu dapat mengembangkan toleransi, sehingga perlu menggunakan dosis yang lebih tinggi. Hal ini dapat mengarah pada ketergantungan dan munculnya gejala sakau saat tidak menggunakan obat. Pengguna yang sudah mengalami ketergantungan sebaiknya mempertimbangkan program rehabilitasi narkoba.

Gejala sakau flakka bisa meliputi kecemasan, gangguan tidur, mudah marah, tremor atau kejang, paranoia, depresi, dan pemikiran untuk bunuh diri.

Risiko terjadinya ketergantungan flakka makin tinggi pada penggunaan bersamaan dengan substansi adiktif lain, seperti opioid. 

Pada individu yang mengalami ketergantungan, penghentian penggunaan flakka sebaiknya dilakukan dengan bantuan tenaga medis. 

Itulah berbagai efek mengerikan penggunaan flakka bagi tubuh yang perlu kita ketahui. Mengingat bahayanya, sangat penting untuk segera menghentikan penggunaan dan mengatasi ketergantungan flakka.

Posting Komentar untuk "Efek Mengerikan Penggunaan Flakka bagi Tubuh, Wajib Tahu"