4 Contoh Rehabilitasi di Indonesia dari Medis hingga Narkoba

 Di Indonesia, berbagai contoh rehabilitasi mulai dari rehabilitasi medis pasca-stroke, cedera tulang, hingga program pemulihan bagi pecandu narkoba tersedia luas di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, seperti rumah sakit umum, puskesmas khusus, atau pusat rehabilitasi terakreditasi.

Menurut WHO, rehabilitasi merupakan serangkaian intervensi yang dirancang untuk mengoptimalkan fungsi tubuh, mengurangi disabilitas, serta membantu individu dengan kondisi kesehatan agar bisa hidup lebih mandiri dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, pekerjaan, maupun peran sosial lainnya.

Agar proses rehabilitasi berjalan optimal, dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan—termasuk Anda yang mungkin sedang mendampingi saudara, orang tua, atau kerabat yang tengah menghadapi tantangan kesehatan. Penasaran seperti apa saja bentuk rehabilitasi yang umum diterapkan di Indonesia serta langkah terbaik yang bisa Anda ambil untuk membantu? Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut.

3 Contoh Rehabilitasi Medis

Rehabilitasi medis atau medik berupa terapi yang tujuannya mengembalikan fungsi tubuh ketika terjadi masalah. Misalnya ketika seseorang pernah mengalami kecelakaan kemudian melalui proses operasi karena cedera berat. Sebelum memulai terapi, pasien biasanya menjalani tes narkoba untuk mengetahui tingkat paparan zat.


Perlu adanya proses rehabilitasi yang mendukung pemulihannya. Berikut ini beberapa contoh rehabilitasi medis yang bisa Anda cermati:

1. Fisioterapi 

Fisioterapi merupakan terapi fisik yang bertujuan untuk mengatasi masalah nyeri, sulit bergerak atau belum bisa melakukan aktivitas normal. Beberapa orang yang membutuhkannya antara lain pernah stroke atau menggunakan alat bantu gerak. 

Pada rehabilitasi medik, beberapa aktivitas seperti olahraga dengan peregangan khusus, terapi pijat, terapi mengelola nyeri sangat diperlukan. Begitu juga dengan terapi untuk memperkuat sistem peredaran darah. 

2. Terapi Okupasi 

Tujuan dari terapi okupasi adalah agar penderita bisa melakukan aktivitas sederhana seperti makan atau mengenakan pakaian. Rehabilitasi akan fokus mengembalikan gerak motorik halus maupun fungsi indera. 

Terapis akan memberikan pelatihan seperti menulis atau menyalin catatan, melempar dan menangkap bola, hingga menyesuaikan penggunaan alat makan. Perlu adanya rutinitas terapi ini di rumah untuk mempercepat pemulihan. 

3. Terapi Wicara 

Beberapa orang yang mengalami masalah kesehatan seperti bibir sumbing hingga down syndrome membutuhkan terapi wicara. 

Rehabilitasi medik ini berfungsi untuk melancarkan kemampuan berkomunikasi, menelan, dan bernapas. 

Beberapa aktivitas seperti melafalkan huruf, bersuara, dan berkomunikasi akan masuk sebagai jadwal latihan rutin. 

Begitu juga terapi fisik seperti melatih lidah, bibir, dan juga rahang untuk memperkuat otot di sekitar mulut serta tenggorokan. 

3 Contoh Rehabilitasi Mental 

Tidak hanya fisik, gangguan kesehatan mental juga membutuhkan rehabilitasi yang tepat. 

Gangguan kesehatan jiwa ini mempengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku sehingga dampaknya besar pada kepribadian seperti menyakiti diri sendiri. 

Demi memperbaiki masalah mental, beberapa contoh rehabilitasi ini perlu diterapkan:

1. Terapi Obat 

Bagi penderita yang sudah mengalami depresi berat biasanya dokter akan memberikan terapi obat-obatan. 

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan tidur yang baik hingga mengurangi konsumsi minuman beralkohol. 

Pemberian obat bisa berupa oral atau suntik yang menyesuaikan kondisi penderita. 

Contoh, penderita skizofrenia biasanya akan mendapat obat-obatan antipsikotik untuk mengurangi halusinasi, delusi, dan kecemasan. 

2. Pelatihan Minat dan Karya 

Penderita kesehatan mental juga akan mendapat pelatihan minat dan karya. Rehabilitasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan supaya memiliki peningkatan kerja saat terjun ke masyarakat. 

Pelatihan akan diisi dengan kegiatan seperti menjahit, memasak, menulis, dan lainnya. Langkah ini juga bagus untuk mengalihkan fokus untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. 

3. Terapi Rekreasi 

Sesuai dengan namanya, terapi rekreasional adalah aktivitas rekreasi yang bertujuan meningkatkan emosi dan fisik seseorang. 

Bagi penderita masalah mental, terapi ini juga bisa meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri setiap hari.

Demi melancarkan terapi ini, perlu dukungan dari keluarga seperti Anda. Menemani atau memberikan informasi aktivitas disukai menjadi langkah tepat. 

Misalnya lebih rutin berolahraga, naik gunung atau atau hobi yang selama ini terlupakan. 

5 Contoh Rehabilitasi Sosial 

Rehabilitasi sosial merupakan bentuk pelayanan sosial untuk mendukung penyandang disabilitas. 

Begitu juga kelompok masyarakat yang mengalami penurunan kapasitas kerja sehingga sulit melakukan kehidupan. 

Beberapa contoh yang membutuhkan rehabilitasi sosial seperti korban perdagangan manusia, balita dan anak terlantar, tuna sosial, dan masih banyak lagi. 

Contoh rehabilitasi sosial yang diperlukan antara lain:

1. Perawatan dan Pengasuhan

Rehabilitasi ini biasanya dibutuhkan oleh bayi maupun anak terlantar yang masih membutuhkan perawatan dan pengasuhan ekstra. 

Hal ini bertujuan untuk menjaga, melindungi untuk bisa melanjutkan keberfungsian sosial di masa depan. 

2. Bimbingan Mental Spiritual

Kebanyakan kelompok yang membutuhkan rehabilitasi ini mengalami penurunan kepercayaan diri. 

Oleh karena itu, perlu adanya bimbingan mental spiritual yang bertujuan untuk memperbaiki sikap dan perilaku sesuai ajaran agama. 

3. Pelatihan Vokasional 

Sama seperti penderita kesehatan mental, perlu juga adanya pelatihan vokasional seperti pembinaan keterampilan dan wirausaha. 

Rehabilitasi ini diperlukan supaya nantinya mampu hidup mandiri dan produktif. 

4. Konseling Psikososial 

Konseling menjadi bagian penting untuk bisa mengatasi masalah psikososial dan meningkatkan keberfungsian sosial. 

Tidak mudah bagi kelompok yang mengalami masalah sosial untuk terjun ke dunia sosial kembali tanpa konseling. 

5. Pelayanan Aksesibilitas 

Pada rehabilitasi sosial, perlu adanya pelayanan aksesibilitas yakni penyediaan kemudahan untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan. 

Contohnya saja penyaluran tenaga kerja disabilitas langsung ke perusahaan tertentu. 

3 Contoh Rehabilitasi Narkoba

Di Indonesia, para korban ketergantungan narkoba diwajibkan untuk mengikuti rehabilitasi sesuai dengan UUD No. 35 Th 2009. Hal ini berkaitan dengan bahaya narkoba yang buruk bagi fisik dan sosial penderita. 

Rehabilitasi narkoba adalah solusi terbaik dan berikut ini contoh rehabilitas yang akan dilakukan:

1. Terapi Obat 

Pemulihan korban narkoba membutuhkan peran besar dari obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter. 

Obat berfungsi mengurangi keinginan mengkonsumsi narkoba, memperbaiki suasana hati sehingga mengurangi perilaku adiktif. 

Baik jenis obat dan dosisnya akan menyesuaikan intensitas gejala. Oleh karena itu, perlu adanya pemeriksaan awal dokter untuk mendeteksi sejauh mana gejala penderitanya. 

2. Terapi Perilaku Kognitif 

Disebut juga dengan CBT yaitu terapi untuk mengatasi masalah ketergantungan alkohol hingga narkoba. 

Tujuan utama CBT adalah mengenali pola perilaku yang tidak sehat dan mengidentifikasi pemicunya. 

Biasanya identifikasi berasal dari pikiran negatif yang perlu disadari oleh penderita. CBT juga termasuk praktik keterampilan baru yang berguna untuk situasi di dunia nyata. Misalnya, praktik menghadapi situasi sosial yang memicu kekambuhan. 

3.  Contingency Management Therapy (CM)

Mirip dengan CBT, hanya saja terapi CM ini mengarah pada meningkatkan perilaku positif untuk menciptakan ketenangan. Langkah ini penting untuk memudahkan kontrol saat gejala ketergantungan muncul. 

Berapa lama rehabilitasi narkoba berbeda-beda untuk setiap orang. Tergantung dengan motivasi dan juga lingkungan khususnya setelah keluar dari panti rehabilitasi. Oleh karena itu, penting adanya dukungan dari keluarga. 

Dukungan dari pemerintah soal rehabilitasi pun cukup besar. Tidak ada biaya rehabilitasi narkoba yang dibebankan kepada keluarga maupun penderita. Negara menanggung semua biaya rehabilitas baik narkoba dan sosial. 

Rehabilitasi yang membutuhkan biaya pribadi adalah rehabilitasi medis dan juga mental. Besaran biayanya akan berbeda-beda tergantung dengan tarif dari rumah sakit. Rehabilitasi sering dibutuhkan oleh pengguna zat berbahaya seperti flakka.

Inilah contoh rehabilitasi yang perlu Anda pahami mulai dari medis hingga narkoba. Apabila keluarga Anda memiliki masalah kesehatan yang membutuhkan rehabilitasi, pastikan untuk memberi dukungan penuh untuk kelangsungan hidupnya.

Posting Komentar untuk "4 Contoh Rehabilitasi di Indonesia dari Medis hingga Narkoba "