Mengenal Apa Itu Sinte dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh

 Sinte, yang dikenal juga sebagai tembakau sintetis, tembakau gorilla, hanoman, atau synthetic cannabinoid, merupakan salah satu jenis narkoba berbahaya yang kini banyak beredar. Zat psikoaktif buatan laboratorium ini sering menargetkan kalangan remaja dan anak muda karena tampilannya yang menyerupai tembakau biasa serta berbagai nama samaran yang membuatnya terlihat kurang mencurigakan.

Ingin tahu lebih lengkap bahayanya? Simak penjelasan selengkapnya di sini!

Apa Itu Sinte?



Tembakau sintetis, yang biasa disingkat “sinte”, termasuk dalam kelompok narkotika baru atau New Psychoactive Substance (NPS) yang kini semakin marak peredarannya. Berbeda dengan tembakau alami, zat ini sama sekali tidak berasal dari tanaman, melainkan dibuat secara buatan di laboratorium melalui proses kimia.

Akan tetapi, pembuatannya dilakukan secara manual dengan menyemprotkan bahan kimia pada daun herbal biasa (bukan ganja). 

Lantas, sinte terbuat dari bahan apa? Umumnya, bahan yang digunakan untuk membuat narkotika ini adalah sintetik cannabinoid di mana efek tersebut mirip dengan THC, yaitu zat paling aktif dalam tanaman ganja.

Peredaran narkotika jenis ini terdiri dari beberapa merek sehingga sebutannya akan berbeda-beda tergantung merek apa yang membawahinya. Salah satu merek yang cukup terkenal adalah Gorilla atau dikenal juga dengan hanoman atau Sun Go Kong.

Penyebutan Gorilla sendiri karena sensasi yang ditimbulkannya, yaitu perasaan ‘ngefly’ atau seolah-olah seperti tertimpa gorilla. Untuk mendapatkan sensasi tersebut, sinte akan dilinting bersama dengan tembakau rokok, lalu dibakar, dan dihisap.

Perlu Anda ketahui, Gorilla termasuk ke dalam narkotika Golongan I yang berbahaya bagi penggunanya. Pasalnya, obat terlarang ini menimbulkan efek adiksi atau kecanduan yang sangat tinggi sehingga pengguna akan sulit lepas darinya.

Narkotika jenis ini juga bisa bertahan cukup lama di dalam tubuh. Berapa lama sinte hilang dari tubuh adalah berkisar antara 1 minggu sampai dengan 1 bulan waktu pemakaian. Jadi, pemeriksaan urine bisa mendeteksinya pada rentang waktu tersebut.

Jenis-Jenis Sinte

Narkotika jenis sintetis ada berbagai macam, namun tidak semuanya memiliki efek berbahaya. Ada juga jenis narkotika sintetis yang justru bermanfaat untuk pengobatan. Beberapa jenis sinte yang ada saat ini meliputi:

1. Amfetamin

Secara kimia, amfetamin termasuk dalam kelas senyawa amina simpatomimetik. Hal ini berarti senyawa ini dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, yang menghasilkan efek stimulan pada otak, dan tubuh untuk meningkatkan aktivitas.

Seiring waktu berjalan, banyak orang kerap menyalahgunakan obat ini yang mana penggunaannya melebihi anjuran dokter. Inilah yang akhirnya membuat Amfetamin menjadi obat-obatan terlarang.

2. Dexamfetamine

Dexamfetamin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelas amfetamin. Sama seperti amfetamin, deksamfetamin juga memiliki efek stimulan pada sistem saraf pusat, memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak.

Penggunaan utama deksamfetamin adalah pada pengobatan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Dalam dunia medis, senyawa ini dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi gejala hiperaktif pada pengidap ADHD.

3. Ekstasi

Jenis sinte berikutnya adalah ekstasi yang merupakan turunan dari amfetamin dan termasuk narkotika paling banyak beredar di Indonesia setelah ganja dan sabu. 

Wajar jika harga sinte jenis ini sangat mahal. Pengembangan ekstasi pada mulanya obat supresan nafsu makan. Namun, seiring berjalannya waktu penggunaan ekstasi secara luas lebih ke arah rekreasi karena efeknya yang meningkatkan suasana hati.

Efek Samping Penggunaan Sinte

Narkotika jenis ini disebut dengan ganja sintetis lantaran memiliki cara kerja yang cukup mirip dengan ganja, terutama pada unsur psikoaktifnya. Bahkan, penelitian menemukan bahwa efek sinte justru lebih berbahaya daripada ganja alami.

Hal itu karena zat di dalam ganja sintetis dapat menempel lebih kuat pada reseptor sel saraf daripada THC yang ada di dalam ganja alami. Efeknya terhadap tubuh juga sangat berbahaya karena zat kimianya bisa diubah-ubah oleh produsennya.

Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya sering kali berubah-ubah tergantung siapa produsen yang membuatnya. 

Hal itu demi bisa mengelabui petugas saat terjadi pemeriksaan. Jadi, seberapa berbahaya obat ini tergantung kandungan apa yang ditambahkan ke dalamnya.

Dari pengalaman para pengguna, efek yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan jenis sinte ini antara lain:

  • Ngefly (perasaan seperti melayang).

  • Gangguan psikologis seperti halusinasi dan delusi sehingga tidak mampu membedakan antara kenyataan dan juga imajinasi.

  • Perubahan mental dalam jangka panjang.

  • Jantung berdebar (detak jantung meningkat).

  • Perut terasa mual.

  • Overdosis jika penggunaannya jauh melebihi dosis.

  • Kerusakan organ dalam seperti sistem kardiovaskular, jantung, hingga ginjal.

  • Ketergantungan yang parah.

Itulah beberapa dampak berbahaya yang mengintai dari penggunaan narkotika jenis sinte. Jadi, kalau ditanya apakah sinte termasuk narkoba, jawabannya sangat jelas: ya, sinte termasuk narkoba Golongan I yang dilarang keras.

Ciri-Ciri Pemakai Ganja Sintetis

Ada beberapa ciri-ciri mendasar yang bisa kita kenali dari seorang pemakai narkotika, khususnya ganja sintetis. Beberapa di antara ciri-ciri pengguna bahan haram ini adalah sebagai berikut:

1. Perubahan Perilaku Mendadak

Pengguna sinte mungkin mengalami perubahan perilaku mendadak yang tidak dapat dijelaskan dengan faktor lain. Ini dapat termasuk perubahan suasana hati, tingkat energi, dan pola tidur yang tidak stabil.

2. Kekhawatiran Berlebihan

Pengguna ganja sintetis sering kali mengalami peningkatan kecemasan yang ekstrem, disertai rasa takut dan khawatir yang berlebihan terhadap hal-hal di sekitar. Mereka biasanya tampak sangat gelisah, mudah tersinggung, serta menunjukkan tanda-tanda paranoid yang kuat, seperti merasa diawasi atau terancam oleh lingkungan sekitarnya.

3. Tampilan Fisik Berubah Drastis

Perubahan penampilan fisik juga dapat menjadi ciri-ciri pengguna sinte. Perubahan ini termasuk penurunan berat badan secara tiba-tiba, mata memerah, dan kulit menjadi pucat atau terlihat tidak sehat.

4. Menutup Diri dari Lingkungan

Pengguna ganja sintetis cenderung menutup diri dari interaksi sosial. Biasanya, mereka akan menghindari lingkungan terdekatnya dahulu seperti teman-teman atau keluarga. Mereka merasa sulit untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan jadi lebih tertutup.

5. Pola Tidur Berubah

Pengguna narkotika jenis ini seringkali mengalami perubahan dalam pola tidur mereka. Perubahan ini bisa berkaitan dengan kesulitan untuk tidur, insomnia, atau sebaliknya, yaitu rasa lelah yang berlebihan.

Pengobatan pada Pengguna Sinte

Mengingat sulitnya mengembalikan kondisi pecandu narkoba menjadi normal, maka salah satu pengobatan yang sangat disarankan adalah rehabilitasi. Dalam proses rehabilitasi, setidaknya ada 4 tahapan yang harus mereka lalui, yaitu:

1. Pemeriksaan

Pemeriksaan oleh dokter dan terapis menjadi hal yang sangat penting karena akan mengetahui sejauh mana kecanduan yang terjadi pada seseorang. Hal ini juga akan menentukan langkah-langkah pengobatan selanjutnya.

2. Detoksifikasi

Detoksifikasi menjadi tahapan yang sangat berat bagi pecandu karena harus melawan berbagai efek yang menyiksa dari dalam tubuh seperti mual, rasa sakit di badan, dan sebagainya. Hal ini harus dilakukan demi bisa terlepas dari ganja sintetis tersebut.

3. Stabilisasi

Setelah tahapan detoksifikasi yang menyiksa, dokter akan melanjutkan proses pengobatan dengan proses stabilisasi. Tahap ini bertujuan untuk pemulihan jangka panjang, melalui beberapa resep obat-obatan.

4. Mengelola Aktivitas

Setelah tiga tahapan sebelumnya berhasil dilalui dengan baik, selanjutnya mereka akan memulai beradaptasi kembali dengan lingkungan. Dalam hal ini, perlu dukungan teman dan keluarga untuk mengelola aktivitasnya sehari-hari.

Upaya Mencegah Ketergantungan Narkoba

Seperti banyak orang bilang, mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini pula yang harus kita lakukan demi mencegah terjangkitnya anak-anak muda kita pada obat-obatan haram tersebut.

  • Pertama, kita harus memberikan pendidikan yang lengkap kepada generasi muda dampak negatif dan bahaya narkoba, baik secara fisik, maupun sosial.

  • Kedua, penguatan keterampilan hidup (skills) akan memberi wadah pada generasi mudah untuk berkreasi dan mengembangkan bakatnya. Sehingga, hal-hal menyimpang bisa dihindari.

  • Ketiga, pemberian akses pada isu-isu kesehatan mental yang saat ini cukup sering memicu perilaku menyimpang pada remaja.

  • Keempat, meningkatkan penegakan hukum pada sektor-sektor perdagangan ilegal narkotika.

Dengan mengenal betapa berbahayanya sinte bagi kita, tentu kita tidak akan pernah coba-coba untuk mendekati barang haram tersebut. Jaga selalu keluarga agar terhindar dari segala jenis narkotika!


Posting Komentar untuk "Mengenal Apa Itu Sinte dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh"