Ciri Ciri Gangguan Mental pada Remaja, Wajib Catat!
Berbagai ciri ciri gangguan mental pada remaja sering dapat anggapan wajar karena tengah ada di masa-masa pubertas.
Padahal, jika orang tua tidak menanganinya dengan tepat, dampaknya bisa cukup serius dan bertahan lama. Contohnya, hal ini dapat menghambat perkembangan emosi anak sehingga mereka kesulitan mengelola perasaan dengan baik.
Selain itu, kemampuan bersosialisasi pun terganggu karena sulit membangun hubungan sehat dengan teman sebaya. Bahkan, dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan fisik secara negatif akibat stres berkepanjangan yang tidak terkendali.
Gangguan yang umumnya terjadi seperti ADHD, PTSD, gangguan makan, gangguan kecemasan, bahkan skizofrenia dan juga depresi.
Tak jarang pula, ciri-ciri mental rusak yang muncul pada dirinya memicu upaya bunuh diri. Maka dari itu, setiap orangtua wajib aware dengan berbagai cirinya untuk tahu kapan harus dapat penanganan agar tak terlambat.
Penyebab Gangguan Mental pada Remaja
Sebelum paham soal cirinya, baiknya para orangtua juga memahami apa saja faktor-faktor yang memicu terjadinya gangguan mental pada remaja. Berikut penjelasannya:
1. Pengalaman Traumatis
Salah satu alasan mengapa ia bisa punya gangguan mental adalah pengalaman traumatis.
Baik seperti perundungan, kekerasan seksual, atau tindakan kekerasan fisik yang ia peroleh dari orang lain.
2. Lingkungan
Kesehatan mental remaja juga terpengaruh oleh lingkungannya. Jika lingkungan pergaulannya kurang sehat, maka wajar ia akan mengalaminya.
3. Perkembangan
Saat seorang remaja tumbuh, maka terkadang gangguan mental terjadi karena adanya perubahan hormon sekaligus otaknya.
Ketika perkembangannya belum maksimal, maka wajar seorang remaja mengalami hal seperti perubahan pola pikir, perilaku, dan suasana hati.
4. Genetik
Ternyata, genetik juga jadi faktor seorang anak remaja mengalami gangguan mental. Jika ada riwayat keluarga yang pernah mengalaminya, maka kemungkinan anak remaja yang mereka miliki juga mengalami gangguan mental serupa.
Ciri Ciri Gangguan Mental pada Remaja
Sebenarnya, masalah kesehatan mental pada remaja bisa Anda amati sebagai orangtua. Apa saja cirinya? Cek:
1. Perubahan Tidak Wajar pada Perilakunya
Hati-hati, saat punya anak remaja yang tiba-tiba mengalami perubahan perilaku, bisa jadi itu ciri dari gangguan mental.
Perubahannya pun ke perilaku yang tak wajar seperti sering mengamuk, tiba-tiba arogan, suka memberontak, hingga mudah tersinggung.
Bahkan, jika tiba-tiba ia bertindak layaknya anak kecil, bisa jadi anak remaja Anda mengalami gangguan atau masalah mental.
2. Sukar Bersosialisasi
Kedua, ciri yang bisa Anda amati adalah mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Hal ini kemudian yang membuatnya lebih menarik diri dari lingkungan pertemanannya.
Akhirnya, ia lebih sering bolos dan memilih alternatif lain yang membuatnya tak harus berinteraksi dengan temannya.
Jarang bermain atau bahkan tidak pernah bersosialisasi, menjadi contoh kasus gangguan mental pada remaja yang perlu ditangani.
Ciri ini juga muncul sebagai gejala dari gangguan kecemasan. Tak jarang, penderitanya merasa cemas ketika ada di tempat ramai maupun sekitar orang lain.
Ia juga cenderung takut akan penolakan serta menghindari tempat-tempat yang banyak orang atau ramai.
3. Sering Melakukan Kebiasaan Buruk
Ciri-ciri gangguan mental pada remaja sering kali terlihat dari pola kebiasaan sehari-hari mereka. Remaja yang sedang mengalami masalah psikis cenderung menyalurkan emosinya melalui perilaku berisiko atau merusak diri sendiri. Contohnya, mereka bisa mulai sering mengonsumsi minuman beralkohol, merokok dengan intensitas berlebihan, hingga terjerumus ke penggunaan narkoba atau obat-obatan terlarang.
Saat gangguan mentalnya bertambah parah, maka ia bisa lebih parah lagi kebiasaannya.
Contohnya sering membenci dan menyakiti dirinya sendiri. Kebiasaan untuk menyalahkan dirinya pun menjadi indikasi bahwa remaja tersebut, mengalami gangguan mental.
4. Punya Sikap Apatis
Ciri satu ini menjadi salah satu bagian dalam perubahan pola perilaku remaja. Namun, perlu pembahasan lebih lanjut soal sikap apatis ini.
Sikap apatis merupakan sikap dari seseorang yang acuh tak acuh atas keadaan yang terjadi di sekitarnya.
Misalnya, ketika ada temannya yang sedang dalam masalah, bukannya membantu atau sedikit menenangkan, tapi justru mengabaikannya saja.
Begitu juga saat ada yang membutuhkan bantuan anak remaja terkait. Ia sudah pasti menolak dan cenderung tidak mau peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya.
Sikap apatis ini juga muncul dalam bentuk kehilangan minat pada sesuatu yang sebelumnya sangat ia sukai. Jadi, saat ada remaja yang begini, maka ia sudah sepenuhnya menjadi apatis.
5. Mood Swing
Coba Anda perhatikan, saat anak remaja jauh lebih sensitif dan mengalami perubahan mood yang ekstrim, bisa jadi itu ciri ciri gangguan mental pada remaja.
Anda pun bisa mencoba melihat begitu cepatnya emosinya berubah. Dari yang awalnya senang, tiba-tiba merasa sedih tanpa adanya kejelasan alasan.
Bahkan, ia bisa saja tiba-tiba marah karena alasan yang kurang jelas.
6. Gangguan Berpikir
Lantaran anak remaja mengalami gangguan mental, maka bisa jadi berpengaruh atas fungsi berpikirnya.
Misalnya, ia akan mengalami gangguan seperti kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi, sukar mengingat, logikanya bermasalah, hingga gaya atau caranya berbicara.
Namun, memang gangguan ini sukar dapat penjelasan jika mengaitkannya dengan gangguan mental.
Tapi, ada ciri yang cukup sering teramati seperti penurunan prestasi, sering absen atau bolos, dan mengalami penurunan dalam kemampuan belajarnya.
7. Gangguan Tidur dan Makan
Anda mungkin akan sering melihat ciri ciri gangguan mental pada remaja ini. Apakah ia lebih sering begadang dan tidur larut daripada tidur lebih awal?
Namun, bukan hanya itu. Tapi, gangguan mental juga dapat mengganggu waktu tidurnya secara keseluruhan.
Misalnya, ia lebih sering tidur atau terlalu banyak tidur daripada biasanya. Bisa juga ditandai dengan kesulitan tidur, atau bahkan tak bisa tidur sama sekali.
Jika mengalami ini, maka gejala tersebut adalah indikasi dari gangguan secara psikis.
Tak hanya pada gangguan tidur, tapi remaja dengan gangguan mental pun sering terganggu dari kebiasaan makannya.
Misalnya, ia jarang makan atau kehilangan nafsu makan dan membuat berat badannya menurun.
Sebaliknya juga, saat ia lebih banyak makan atau melakukan stress eating juga jadi indikasi ia mengalami gangguan mental.
Ini pun bisa jadi ciri gangguan mental pada remaja karena orang tua yang memang menjadi salah satu penyebab terbesar dari gangguan mental.
8. Mengeluh Sakit Fisik
Gangguan mental pada remaja tak hanya bisa Anda perhatikan dari perubahan perilaku mereka.
Tapi, bisa jadi cirinya muncul dalam gejala fisik. Misalnya seorang remaja dengan gangguan mental sering mengeluhkan beberapa kondisi seperti sakit perut, sakit kepala, sakit punggung, bahkan juga mengalami nyeri.
Dalam kesehariannya, mereka pun bukan lagi seorang remaja yang berapi-api, tapi cenderung kurang bertenaga dan tidak bersemangat.
Setiap orangtua, sebaiknya memperhatikan berbagai ciri ciri gangguan mental pada remaja ini. Tentu agar penanganannya tak terlambat dan anak remaja bisa kembali memiliki kehidupan yang berkualitas.
9. Pernah Melakukan Percobaan Bunuh Diri
Terakhir dan yang jadi paling jelas adalah seorang anak remaja pernah melakukan percobaan untuk bunuh diri.
Fakta dari Hello Sehat, menyebut bahwa penyebab kematian remaja usia 15 - 19 tahun, salah satunya adalah bunuh diri.
Maka, hal ini berarti gejala ini bisa timbul karena adanya gangguan mental yang mereka alami. Setiap orangtua, sangat besar perannya untuk memahami sekaligus mencegah terjadinya hal yang lebih buruk pada seorang remaja.

Posting Komentar untuk "Ciri Ciri Gangguan Mental pada Remaja, Wajib Catat!"