Ekstasi: Pengertian, Ciri Pengguna, dan Efek Samping
Mungkin Anda sering mendengar nama ekstasi muncul dalam berita penangkapan kasus narkoba. Tapi, apa sebenarnya zat yang disebut ekstasi itu?
Ekstasi, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai MDMA (3,4-methylenedioxymethamphetamine), adalah senyawa sintetis yang awalnya dikembangkan untuk tujuan medis tertentu. Zat ini pernah diteliti karena potensinya dalam membantu terapi psikologis, seperti mengatasi trauma berat, meskipun penggunaan medisnya saat ini sangat terbatas dan masih dalam tahap penelitian ketat di beberapa negara.
Sayangnya, di luar konteks medis yang diawasi, MDMA sering disalahgunakan sebagai narkoba rekreasi. Banyak orang mengonsumsinya secara sengaja untuk merasakan euforia, energi berlebih, serta rasa empati dan kedekatan yang meningkat. Padahal, ekstasi bukanlah obat bebas yang boleh dikonsumsi sembarangan penggunaannya tanpa resep dan pengawasan dokter sangat berisiko serta dilarang secara hukum.
Pengertian Ekstasi
Dalam dunia kedokteran, ekstasi adalah MDMA atau zat psikodisleptik psikoaktif yang dapat mengubah aktivitas otak dan persepsi hati. MDMA sendiri merupakan singkatan dari methylenedioxymethamphetamine (MDMA).
Banyak orang yang menyalahgunakan obat ini, terutama bagi mereka yang mengalami tingkat depresi dan stres tinggi. Hal ini membuat pemerintah melarang penuh penggunaan obat ini secara bebas.
Pembuatan MDMA pertama kali terjadi pada tahun 1912 oleh perusahaan farmasi Jerman, Merck.
Dulunya, ekstasi hanya berfungsi sebagai obat pengencer darah atau Methylsafrylaminc. Selanjutnya, obat ini terus digunakan untuk berbagai keperluan.
Tidak semua ekstasi 100% mengandung MDMA. Ada juga beberapa yang sudah bercampur dengan bahan-bahan lain seperti kafein, heroin, katinon sintetis, obat batuk, kokain, ketamin, methamphetamine, hingga kapur barus.
Selain itu, ekstasi adalah jenis narkotika ketiga yang paling banyak pemakainya di Indonesia. Zat ini termasuk dalam narkotika golongan I berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009.
Efek Samping Ekstasi
Ada banyak dampak dan efek samping bagi siapapun yang mengkonsumsi pil ekstasi. Bahayanya juga tidak main-main, bahkan bisa nyawa taruhannya.
Berikut ini beberapa efek ekstasi yang membuat Anda harus menghindar obat yang satu ini:
1. Efek Jangka Pendek
Efek jangka pendek merupakan efek yang terasa sesaat setelah Anda mengkonsumsi MDMA. Atau efek setelah beberapa hari mengkonsumsinya.
Akan ada perubahan emosi seperti hilangnya cemas, khawatir, dan rasa sedih. Itulah sebabnya mengapa ekstasi banyak dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami masalah jiwa dan kesehatan.
Orang yang stres atau depresi tidak lagi merasa terganggu sebab, ia berhalusinasi seolah-olah merasa senang dan bahagia. Padahal, sebenarnya tidak sedang baik-baik saja.
Semua perasaan senang dan bahagia tersebut tentu saja bersifat semu. Secara psikis, tentu saja hal ini bukanlah sesuatu yang baik.
Efek jangka pendek dari penggunaan MDMA bahkan dapat muncul hanya dalam waktu 3-4 jam setelah mengkonsumsinya. Penderita akan merasakan beberapa hal berikut ini:
Euforia terlalu tinggi.
Percaya diri berlebihan.
Tekanan darah meningkat.
Dehidrasi.
Mual.
Sering menggertakkan gigi.
Hilang selera makan.
Berhalusinasi.
2. Efek Ekstraksi Subakut
Efek negatif ini biasanya semakin terasa pada mereka yang mengonsumsi ekstasi secara terus-menerus tanpa jeda. Dengan kata lain, bagi pengguna yang sudah kecanduan, mereka sering mengalami gejala withdrawal subakut atau efek sisa pasca-penggunaan yang cukup mengganggu.
Komplikasi paling serius yang bisa muncul adalah gangguan pada jantung, termasuk risiko aritmia atau kerusakan jantung akibat pemakaian berulang. Selain itu, pengguna juga berpotensi mengalami berbagai masalah lain seperti:
Depresi.
Gangguan konsentrasi.
Merasa cemas.
Agresif.
Mudah marah.
3. Efek Jangka Panjang
Selain efek jangka pendek, ternyata ada juga efek jangka panjang yang bisa dirasakan oleh pengguna obat terlarang satu ini. Dalam jangka panjang, pengguna ekstasi akan merasakan beberapa hal berikut ini:
Kerusakan permanen pada sel-sel otak yang mengatur suasana hati, suhu tubuh, dorongan seks, dan nafsu makan.
Rusaknya hati.
Mengalami masalah konsentrasi.
Depresi.
Resiko terkena HIV.
Perubahan kepribadian.
Mengalami kerusakan Otak.
4. Efek Penarikan Obat
Pengguna ekstasi dalam jangka panjang sering kali mengalami ketergantungan psikologis yang kuat. Rasa ingin mengonsumsi pil ini menjadi sangat mendominasi pikiran, sehingga mereka rela melakukan berbagai cara demi bisa mendapatkannya kembali. Seiring waktu, ketergantungan ini membuat tubuh dan pikiran sulit beradaptasi tanpa zat tersebut. Saat mencoba berhenti atau mengurangi dosis, muncul gejala putus obat (sakau) yang tidak nyaman, seperti gelisah berlebih, kelelahan ekstrem, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati drastis, hingga depresi berat. Kondisi ini, yang dikenal sebagai sakau atau withdrawal, merupakan respons tubuh terhadap ketagihan narkoba.
Ciri-Ciri Pengguna Ekstasi
Untuk memastikan secara detail apakah seseorang sudah mengkonsumsi obat terlarang ini memang harus melalui tes darah dan urine terlebih dahulu.
Namun demikian, ada beberapa tanda pendahulu yang bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut adalah pemakai. Berikut ini beberapa ciri dari pemakai ekstasi yang harus Anda ketahui:
1. Insomnia
Seorang pengguna akan mengalami insomnia. Ia merasa sangat kesulitan untuk tidur dan selalu terjaga sepanjang malam.
Ini adalah salah satu tanda awal setelah seseorang baru saja mengkonsumsi obat terlarang ini. Insomnia ini bisa terjadi terus menerus.
2. Wajah Tampak Lelah
Ciri selanjutnya yaitu wajah yang terlihat sangat lelah. Padahal, sebenarnya orang tersebut tidak melakukan apa-apa.
Wajahnya terlihat lemas seperti telah melakukan pekerjaan berat. Namun, sesungguhnya dia hanya berdiam diri saja sembari mengkonsumsi ekstasi.
3. Suka Keluar Rumah
Ciri pemakai MDMA selanjutnya yaitu suka sekali keluar rumah. Tentu saja berbeda antara orang normal yang keluar rumah dengan pengguna obat.
Pemakai narkoba ini biasanya keluar rumah sambil bicara sendiri yang tidak jelas. Tidak hanya itu saja, ia juga terus menerus menyanyi riang gembira seolah-olah menjadi manusia yang paling bahagia.
Bahkan terkadang, ia keluar rumah sambil tertawa sendiri yang membuat orang lain yang melihatnya merasa aneh.
4. Suka Mendengar Musik Bersuara Keras
Ciri orang yang sudah kecanduan ekstasi berikutnya adalah suka mendengarkan musik bersuara keras. Sebenarnya, ini adalah bentuk pelampiasan atas rasa senang yang ia rasakan setelah mengkonsumsi obat terlebih dahulu.
Namun, perlu Anda ketahui juga tidak semua penikmat musik bernada tinggi seperti musik metal adalah pecandu narkoba. Selama cara mendengarkan musiknya masih terlihat wajar, bisa jadi ia memang bukan pecandu.
Akan tetapi, jika ia suka mendengarkan musik metal sambal bernyanyi dan meracau tidak jelas, besar kemungkinan bahwa ia adalah seorang pemakai atau pecandu.
5. Tidak Bisa Diam
Orang yang sudah mengkonsumsi ekstasi bahkan sampai kecanduan sangat sulit untuk diam. Ia akan bicara terus menerus tanpa henti.
Berbeda dengan orang yang memang cerewet, pengguna obat terlarang satu ini bicaranya tidak jelas dan tidak ada isinya.
6. Tubuh Gemetar
Tubuh pengguna narkoba tersebut akan terus menerus gemetar jika terus terus mengkonsumsinya. Terlebih lagi jika jumlah pil yang ia konsumsi sudah terlanjur banyak.
Terkadang tubuh yang gemetar ini juga dengan rasa tremor dan tubuh merasa sangat lemas. Tidak ada sedikitpun rasa yang enak dari segi fisik bagi pemakai pil MDMA.
7. Jantung Berdebar
Ciri berikutnya dari pengguna ekstasi adalah jantung berdebar. Pengguna akan merasa jantungnya terus menerus berdenyut sangat cepat, bahkan lebih cepat daripada biasanya.
Hal ini terjadi dalam jangka waktu sekitar 30 menit setelah mengkonsumsi pil tersebut.
8. Tubuh Suka Berkeringat
Jika ada seseorang suka berkeringat tetapi bukan karena berolahraga atau melakukan aktivitas berat, bisa saja ia sudah memakan MDMA. Karena ini juga merupakan salah satu cirinya.
Terkadang keringat yang banyak ini juga dengan rasa lemas. Keringat yang keluar tentu saja bukanlah keringat sehat seperti setelah Anda berolahraga.
Jadi, seperti itulah definisi, ciri, dan dampak ekstasi yang harus Anda waspadai. Jauhi narkoba karena bisa mengancam nyawa dan merusak masa depan Anda.
Posting Komentar untuk "Ekstasi: Pengertian, Ciri Pengguna, dan Efek Samping"