9 Efek Narkoba Pada Otak yang Membahayakan Kesehatan!
Narkoba atau narkotika, obat-obatan, dan psikotropika merupakan zat yang seharusnya tidak Anda konsumsi. Hal ini mengingat efek narkoba pada otak yang dapat menurunkan fungsinya.
Jenis-jenis narkoba seperti ganja, heroin, atau ekstraksi dapat berinteraksi dengan otak yang menyebabkan penggunanya merasakan perubahan suasana hati atau perilaku.
Selain berdampak pada otak, keadaan kesehatan fisik dan psikis Anda juga akan ikut terganggu.
Itulah mengapa ada larangan mengonsumsi narkoba, dan hanya pada saat tertentu saja penggunaan zat ini dibolehkan. Misalnya, untuk keperluan medis.
9 Efek Narkoba Pada Otak dan Kesehatan Tubuh
Setiap kali mengonsumsi narkoba, sudah pasti ada efek samping tertentu yang muncul baik berjangka pendek maupun panjang. Apalagi, jika sampai ketergantungan, efek yang timbul bisa lebih fatal.
Berikut adalah beberapa contoh efek yang terjadi pada otak karena pengaruh narkoba:
1. Gangguan Fungsi Otak
Gangguan fungsi otak merupakan reaksi yang umum terjadi setelah mengkonsumsi narkoba. Obat-obatan terlarang yang masuk ke tubuh dapat merusak jaringan saraf termasuk otak sehingga fungsi otak pun dapat terganggu atau menurun.
Akibatnya, pengguna narkoba merasakan kemampuan berpikir dan daya ingatnya berkurang dan menjadi sulit mengambil keputusan yang tepat. Hal ini bisa terjadi karena ada masalah pada sel saraf otak karena mengkonsumsi narkoba.
Padahal, otak merupakan organ vital manusia yang menjadi pusat dari seluruh aktivitas tubuh. Jika sudah terserang narkoba, otak yang seharusnya bisa berfungsi normal menjadi terganggu fungsinya.
2. Meningkatkan Kinerja Otak secara Berlebihan
Efek narkoba pada otak berikutnya adalah memacu kinerja otak secara berlebihan. Maksudnya, narkoba yang mengandung zat stimulan seperti amfetamin, sabu, kokain, nikotin, atau ekstasi dapat membuat otak bekerja lebih keras.
Pengguna narkoba akan merasakan sejumlah efek seperti semangat yang menggebu-gebu, sangat percaya diri, jantung berdebar keras, gelisah, tekanan darah meningkat, dan sulit tidur.
3. Memanipulasi Suasana Hati, Emosi, dan Perilaku
Tidak hanya memacu kinerja otak, narkoba juga mampu memanipulasi suasana hati, emosi, dan perilaku penggunanya. Inilah mengapa narkoba juga disebut sebagai zat psikoaktif.
Melansir dari Hellosehat.com, ganglia basal merupakan bagian otak yang dapat menimbulkan perasaan positif. Ketika Anda mengonsumsi obat-obatan terlarang, bagian ini akan membuat otak aktif berlebihan.
Akibatnya, Anda akan diselimuti perasaan euforia yang melimpah. Akan tetapi, semakin sering seseorang mengonsumsi narkoba, otak lama-lama akan terbiasa dan membuat ketergantungan.
Lalu, otak rusak karena narkoba juga terjadi pada bagian amigdala yang membuat penggunanya merasa sangat cemas dan sensitif. Makanya, orang yang ketergantungan akan menghalalkan segala cara untuk mengkonsumsinya kembali.
Contoh narkoba yang dapat memanipulasi suasana hati dan perilaku adalah morfin, heroin, pil BK, Lexo, dan lain-lain.
4. Dementia
Anda mungkin sudah cukup familiar mendengar istilah dementia. Ciri dari penderita dementia adalah penurunan daya ingat. Ternyata, mengkonsumsi narkoba juga bisa memicu seseorang mengalami dementia.
Pasalnya, ganja sebagai salah satu contoh narkoba bisa mempengaruhi fungsi kognitif seseorang. Selain itu, ekstasi dan sabu juga dapat merusak sistem dopamin di otak.
Dampaknya timbul masalah dengan memori dan proses pembelajaran, gerakan dan regulasi emosional. Apabila Anda mengkonsumsinya dalam jangka panjang, efeknya bisa lebih parah yaitu membuat halusinasi dan kebingungan.
5. Halusinasi
Efek narkoba pada otak berikutnya adalah membuat penggunanya mengalami halusinasi. Contoh jenis obat yang menyebabkan efek ini adalah halusinogen.
Zat halusinogen bisa ditemukan dalam ganja maupun LSD. Nah, halusinogen ini mampu mengubah kesadaran seseorang.
Misalnya, panca indra penderitanya bisa melihat, mendengar, atau merasakan sensasi yang terasa nyata akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut tidak ada. Efek halusinasi ini akan berbeda-beda tergantung suasana hati penderitanya.
Jika penderitanya sedang dalam suasana hati buruk, halusinasi bisa mengarah ke hal-hal negatif yang berpotensi membahayakan nyawa.
Contohnya seperti bunuh diri, melompat dari ketinggian, menyebrang jalan tanpa menengok kanan kiri, dan lain-lain.
6. Depresi
Apa efek narkoba bagi kesehatan mental? Ternyata, narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik saja, melainkan juga mental. Pengguna yang mengonsumsi narkoba dapat merasakan efek samping berupa depresi.
Seperti yang Anda ketahui, depresi adalah perasaan ketika seseorang merasa dirinya tidak berharga, sedih, murung, dan putus asa. Bahkan, lebih parahnya orang yang depresi bisa sampai melakukan percobaan bunuh diri.
Melansir dari situs Kemenkes, narkoba golongan opioid bisa menimbulkan efek euforia semu sesaat akibat rangsangan di otak. Jika hal ini terus terjadi, penderita narkoba dapat mengalami depresi.
7. Kehilangan Keseimbangan
Ketika membahas 7 bahaya narkoba bagi kesehatan, salah satu bahaya yang muncul adalah kehilangan keseimbangan tubuh. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?
Sebagian jenis narkoba diketahui mampu mempengaruhi saraf otak. Padahal, otak merupakan bagian yang bertanggungjawab terhadap koordinasi gerakan tubuh.
Jika fungsi saraf otak terganggu karena narkoba, dampak yang timbul adalah gangguan keseimbangan tubuh. Itulah mengapa penderita narkoba dilarang mengemudi sendiri karena dikhawatirkan gerakannya tidak sinkron.
8. Gangguan Sistem Saraf
Efek narkoba pada otak berikutnya yaitu menyebabkan gangguan sistem saraf. Hal ini terpengaruh dari kinerja otak yang sebelumnya terganggu akibat narkoba. Jadi, sistem saraf seperti sensorik dan motorik ikut terkena dampaknya.
Saraf sensorik yang terganggu menyebabkan penggunanya mati rasa bahkan sampai hilang penglihatan.
Di sisi lain, saraf motorik yang terganggu juga dapat mempengaruhi gerakan anggota tubuh. Hasilnya, Anda sulit mengendalikan gerak anggota tubuh.
9. Menimbulkan Ketergantungan
Seperti yang sudah Anda ketahui, dampak negatif narkoba bagi kesehatan adalah membuat penderitanya menjadi ketergantungan. Efek ini membuat Anda tidak bisa lepas dari narkoba dan selalu ingin mengkonsumsinya.
Seandainya tidak bisa mengonsumsi narkoba, penderitanya akan merasa gelisah, kesakitan hingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan obat-obatan terlarang itu.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya karena otak manusia akan mengeluarkan zat kimia bernama dopamin yang berperan memberikan perasaan menyenangkan.
Dopamin ini bisa keluar akibat rasa nyaman setelah mengonsumsi narkoba. Jadi, otak merekam perasaan nikmat tersebut sebagai sesuatu yang harus dipenuhi. Alhasil, narkoba efek pada penggunanya membuat ketergantungan.
Tips Menghindari Narkoba
Setelah mengetahui efek narkoba pada otak yang ternyata membahayakan kesehatan itu, Anda harus melakukan tindak pencegahan. Berikut beberapa tips menghindari narkoba yang bisa Anda lakukan:
Memilih lingkar pertemanan positif dan menjauhi pergaulan bebas yang membujuk untuk mendekati narkoba.
Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menyadari dampak negatif narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental.
Jika stress, tenangkan diri dengan menonton film favorit atau membeli makanan ringan. Jangan lari ke narkoba yang dampak destruktifnya lebih parah.
Tidak menuruti perasaan penasaran ingin mencoba karena hal itu bisa menjerumuskan Anda ke narkoba.
Demikian pembahasan mengenai efek samping narkoba bagi kesehatan serta tips menghindarinya. Jangan sampai terjerumus ke obat-obatan terlarang karena dampaknya sangat merugikan.


Posting Komentar untuk "9 Efek Narkoba Pada Otak yang Membahayakan Kesehatan!"